Tearmoon Empire Story I - Bab 34

Settings:
Tearmoon Empire Story (WN)
Arc 1 - Tuan Putri Yang Terpancung


Src: https://ncode.syosetu.com/n8920ex/35




34 - Begitu alami


Satu jam sebelum Pesta Penyambutan Siswa Baru, Mia sendirian di pemandian umum.
Bukan karena ia sedang bersantai...., tetapi ia sedang setengah menangis.

"Uuhh, menyebalkan.... ini yang terburuk."

Pertama-tama, apa yang sedang populer dikalangan putri kerajaan dan bangsawan ialah gaun mewah dengan banyak lapisan. Termasuk pula dengan riasan, itu akan membutuhkan beberapa jam untuk mempersiapkannya.
Namun.... Mia sedang berada di pemandian. Selain itu, Anne, yang seharusnya berada disisinya, tidak ada, jadi dia sendirian.
Mia sedang mencuci rambutnya, menggosoknya dari atas ke bawah, tampak tidak sabar. Rambutnya lengket, serdapat sesuatu yang tampak seperti lendir disana....
Ada alasan mengapa ia berada dalam situasi yang seperti itu.

Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!


Pada hari itu, Mia bangun awal.
Menyelesaikan sarapan, makan siang, lalu camilan malam, dan kemudian dengan banyak waktunya yang luang, ia salin menjadi gaun.
Butuh banyak waktu untuk mengenakan gaun mewah terbaik itu. Gaun itu sangat mewah dan sulit untuk didapatkan di tempat lain, dikirimkan oleh Sang Kaisar karena ia sangat menyayangi Mia.
Mia mengenakan gaun mewah, lengkap dengan riasan yang sempurna. Semua persiapan selesai dalam dua jam sebelum pesta penyambutan dimulai.
Jeda waktu itu sangatlah krusial.

"Masih ada waktu sebentar, mari kita berkeliling akademi sebentar...."

Berpikiran seperti itu, Mia mendapati seseuatu yang tidak biasa dalam jalannya.
Klub berkuda sedang menunggangi kuda mereka.

――Ini pertama kalinya diriku melihat mereka begitu dekat.

Mia menatap kosong, sambil memikirkan itu dalam benaknya. Kemudian seekor kida mendekati mengendusnya.
Mia tidaklah membenci binatang, endusan ramah kuda itu membuat Mia merasa nyaman, jadi ia menjulurkan tangannya pada kuda itu, bermaksud untuk membelainya. Lalu...
*Bwuaaahhhiiiinnnn* Mia terkena bersin dari kuda tersebut.

"Tidaaaaaaaaaakkkkkkk!"

Setelah bersin itu, ada sosok Mia, yang basah oleh lendir bersin kuda.


Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!

"Uugh, mengapa......, mengapa harus tseperti ini......"

Mia mendengus, terisak, dan menangis.
Itu adalah suatu insiden ketidakberuntungan yang hanya bisa digambarkan sebagai kemalangan.
Sejujurnya, sebagiannya karena perbuatan Mia menyemprotkan terlalu banyak wewangian parfum kesukaannya sehingga baunya terlalu kuat. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri untuk tidak merasa tidak kasihan terhadapnya.
Melihat Mia yang kembali, yang tampak begitu sedih, Anne tidak kuasa untuk tidak merasa kasihan.
Sambil menenangkan Mia yang setengah menangis, ia meminta Mia untuk membersihkan diri di kamar mandi, tapi tidak ada apapun yang mampu Anne perbuat.
Atau dia pikir seperti itu, tapi.....

".....Mau bagaimana lagi, Anne, tolong lakukan riasan yang tidak akan memalukan...., lalu untuk gaunnya, tolong pilihkan yang kiranya tepat."

Dengan perlahan, api semangat seorang pelayan tersulut oleh perkataan itu.

――Aku tidak akan membiarkan Tuan Putri dipermalukan.

Anne terbakar, berkobar menyala-nyala.

――Putri Mia itu sudah cantik, jadi tidak perlu riasan yang berlebihan!

Memikirkan itu dalam benaknya, Anne hanya membatasi dirinya hanya untuk mengaplikasikan eyeliner untuk melembutkan pandangan yang agak ketat disekitar matanya, dan mencurahkan seluruh kekuatannya untuk gaun.
Mustahil untuk mendapatkan sesuatu yang formal di waktu yang seperti ini. Dan jika ini adalah pesta informal, gaun yang mencolok harus dihindari. Jadi, Anne memilih gaun serba putih.
Dia memilih gaun dengan pundak yang nampak dan rok yang agak lebih pendek, rok yang pas untuk digunakan untuk menari.
Sebagai sentuhan akhir, ia menyemprotkan parfum pada tubuh Mia. Tidak seperti parfum yang Mia gunakan sendiri, dia menerapkan parfum yang hanya sampai memberinya aroma agak samar. Dan waktu menuju pesta tiba.




Para siswa yang telah berkumpul dalam pesta tidak kuasa untuk tidak memperhatikan kehadiran Mia.
Ditengah-tengah para siswi yang mengenakan gaun mewah luar biasa, Mia mengenakan gaun sederhananya yang membuatnya tampak lebih sehat alami dan lebih bersinar dari yang para siswi lainnya.
Alasannya sangatlah sederhana.
Sebagian besar para siswi yang hadir memiliki kulit yang pucat karena pengetatan korset mereka. Bukannya putih cantik, melainkan hanya pucat.
Sebaliknya, Mia tidak mengenakan korset. Selain itu, dia agak merona dikarenakan ia baru saja selesai mandi.
Pipinya yang merah merona begitu memesona, ditambah kulitnya yang mengkilap tampak bercahaya setelah mandi.
Selain itu, kulit halus Mia, yang seharusnya tertutupi oleh gaun tebal, tersingkap dengan anggunnya berkat gaun sederhananya.

Gaun itu tidaklah memiliki kesan mewah, namun sebaliknya, gaun itu dengan efektif melengkapi dan menyoroti daya tarik kulit halus Mia, yang Anne rawat dengan sabun garam.
Kesemuanya itu telah mengangkat Mia dari "Gadis cantik yang nyaris jelita" menjadi "Dara cantik yang memang jelita".
Dia bukan hanya sekedar gadis cantik.
Bahkan tidaklah akan cukup untuk menyebutnya jelita.

Bagaimanapun, kecantikannya jelaslah cukup untuk menarik perhatian para siswa dalam aula pesta.
Fakta bahwa sosok gadis yang begitu cantik itu, Mia, menghela nafas dengan sedih, sudah cukup untuk menarik lebih banyak perhatian.

――Aahh, seperti yang diriku duga, bagaimanapun, akan sangat mencolok jika diriku datang ke pesta dengan gaun yang sederhana seperti ini.

Ia pemikiran itu di dalam benaknya. Namun, beberapa siswa ditempat itu terenggut hatinya dalam sekejap, tanpa mengetahui bahwa ia terpaksa mengenakan gaun yang sederhana itu karena suatu alasan kacau seperti terkena "bersin kuda".





~"(This is a Translation Content of pemudatunawisata.my.id. so, read only on my site)"~

[Akhir Bab]
Terima kasih telah membaca
Bila ada salah-salah kata, dsb. bisa beritahu di komentar.

Terima Kasih Telah Singgah!
πŸ˜πŸ‘

Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa komentar
Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mendukung


If you'd like to and wouldn't mind,
you could support, or sawer, or traktir me on:

Post a Comment

0 Comments

At a certain time, there are creatures that walk by two feet. These creatures can be divided into two by gender. These creatures are surprisingly able to pick something using things called hands.
And on a certain day, two of these creatures meet.

"Halloo~ I am Bujangga, ndesu! Nice to meet you!"
"Y, yes. Nice to meet you too, I am Fuurawan."
"Fuurawan-chan ka? Ii no namae."
"S, sangkyu."

The two greet each other due of their faces are facing each other.
They speak, breathe, blink, sweat, and so.
And after a long time passes,

 "!?"
"Kyaa~ Bujang-kyun."
"Daijoubu ka? Fuurawan-chan."
"D, daijoubu... desu."
"Mmm."
"Doushita no?"
"Fuurawan-chan no kaori, suuuuggoku WANGY, hmmmmmppppsshhh ahhhh wangyyyy."
"Mou~ Bujang-kyun no eccchi~."

On a certain day, these two meet and have lunch because they are hungry.
The boy orders fried rice while the girl orders a serve of seasoned rice being processed by frying.
For the drinks, the boy orders hot chocolate while the girl orders a cup of chocolate that has not been cold yet.
They eat their food.
They also feed some spoons with each other.
They then having a leisure exchange.

"Ikeh, yaru?"
"Damee~"
"Ikeh!"
"..."
"Ikeh, tanoshii, kimochii, ore, ganbarimasu!!!"
"Mouu~"
"Dame ka?"
"..."
"Dame nanoka."
"Ee, haayaakuuu~"

The two of them are having exercise, training, and workout, then.
When they finished, then they restarted.
And when they finished, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

On the other occasion,
On a day that is not a night.
That day the sun is shining brightly because it's a day and 12:00 o'clock.
The day is bright and the sun has not been set yet.
The breeze can be felt due to the air is flowing.
As he is breathing, a certain boy is approaching a girl.

"Yaa, kitten-chan, can I have your namae?"
"S, su, suteki~. Ah, hai. Fuurawan desu."
"Fuurawan-chan, huh. What a kirei no namae. By the way, watashi no namae is Badz Zheengan. Watashi wa Son of a Beach. Watashi came from The Pangea Selatan. Diligent in setsuyaku. Ketsueki type is I, I for Ikkehmen. Watashi no hobby wa breathing. Yoroshiku."
"Yoroshiku, Badz Zheengan-san."
"Fuurawan-chan, watashi no yubi to kimi no chawan, let's have made karera meet and unite."
"Hai."
"Watashi-tachi will have much tanoshi."

They have a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok.
When they have done of their a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok, then they re-doing again.
When they finished again, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

"Fuurawan-chaaannn!!! Ikanaide!!!!."
"Gomen ne, Bujang-kun."
"Dameee, Fuurawan-chaannnn!!!"
"Sayonara, Bujang-kun."