Tearmoon Empire Story I - Bab 35

Settings:
Tearmoon Empire Story (WN)
Arc 1 - Tuan Putri Yang Terpancung


Src: https://ncode.syosetu.com/n8920ex/36




35 - Kemampuan khusus Mia


Tahukah?
Yang paling membuat seorang gadis menjadi cantik ialah dengan ia tanpa riasan, lalu dengan mengenakan gaun yang sederhana, hal itu akan semakin membuatnya bernilai....
Diantara bocah laki-laki yang naif, polos, dan agak bodoh itu, terdapat standar nilai semacam itu.
Itu mungkin benar, seorang gadis bisa menjadi cantik, dan jelita tanpa perlu mengenakan busana mahal maupun memerlukan riasan.
Jika seorang gadis dapat melakukannya, tidak akan ada yang lebih baik darinya.

.....Astaga, untuk para siswi yang mengenakan gaun indah, Persetan kalian! Mia tergoda untuk mengatakan itu, tapi.... bagaimanapun, para siswa laki-laki cenderung memegang erat nilai itu seolah itu suatu keyakinan.
Dan kecenderungan itu semakin kuat diantara para putra bangsawan, yang terbiasa dikelilingi gadis-gadis berbusana indah, dibanding jelata yang tidak mampu menghabiskan uang untuk gaya.
Dan Abel Remno adalah salah satu yang teracuni nilai semacam itu.

――Apakah itu, benar-benar kenyataan?

Saat ia menunggu Mia, Abel merasa khawatir.
Kejadian tempo hari tidak terasa cukup nyata seolah semuanya adalah mimpi.
Tak terpikirkan, tak terlintas dalam pikirannya bahwa ia akan menjadi pasangan dansa dari Tuan Putri Kekaisaran Tearmoon yang masyhur itu... Terlalu tidak mungkin, sulit baginya untuk mempercayai itu.
Apalagi, dengan kemunculan Mia dalam penampilan yang begitu cantik seolah makhluk dari dunia mimpi, membuat perasaan itu semakin kuat.

――Alangkah, jelitanya.....

Dibawah cahaya redup aula pesta, Mia tampak seelok Dewi Rembulan.
Dari suatu peribahasa, seorang gadis seolah menjadi lebih cantik ketika ia tampak dari remang-remang atau dari kejauhan. Itulah yang orang-orang bilang.

――Aku akan berdansa dengan gadis elok itu? Sungguh, apakah ini bukan mimpi?

Sambil memikirkan hal itu, Mia mendapati sosoknya, lalu mendekat.

"Mohon maaf, Pangeran Abel."

Ketika ia tiba-tiba meminta maaf, dia pikir ia akan menarik kembali keputusan menjadi pasangan dansanya.

――Yah, ini sudah wajar. Pasti pangeran Shion adalah pasangan yang lebih layak untuknya.

Dia merasa kecewa, namun juga sedikit lega, dan tanpa sadar, kata-kata terucap dari mulutnya.

"Tidak, itu bukan masalah sama sekali, Anda, sungguh sangat cantik jelita."

Akan terlalu sia-sia untuk berpasangan denganku. Silakan berpasangan dengan Pangeran Shion, dia berusaha untuk mengucapkan kata itu, Namun Mia meletakkan tangannya pada dadanya dan mendesah lega.

"Terima kasih banyak, Pangeran Abel. Dirimu, sungguhlah baik."

Lalu entah mengapa, Mia meraih tangan kanan Abel dengan kedua tangan mungilnya.

"Lalu, mari berdansa."
".......Eh?"

Mia mengundangnya ke lantai dansa.


Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!


Mia merasa tegang.
Ia tidak berdandan dan mengenakan busana sesuai rencana. Namun demikian, Abel tersenyum lembut padanya dan memujinya bahwa ia cantik.

――Seperti yang diharapkan, Pangeran Abel adalah pribadi terhormat. Ia tidak menyinggung apapun terkait gaun ini.

Namun, ia tidak bisa untuk terus menerus tetap seperti itu selamanya. Dia harus pulih sekarang dan saat itu juga....
Mia telah dididik sebagai Tuan Putri Kekaisaran sejak masa kanak-kanaknya. Namun, pada kenyataannya, hasil yang ditunjukkannya tidaklah terlalu baik.
Sejak reinkarnasinya, ia telah berusaha keras dengan caranya sendiri, meskipun begitu, paling-paling ia hanya sedikit lebih baik dari rata-rata.

Meski demikian, ada satu keahlian yang Mia miliki yang orang lain tak bisa mengalahkannya.
Dan itu adalah tarian dansa.
Teknik dansa Mia, tanpa keraguan, berada di puncak terbaik.
Bukan hanya teknik dansanya saja yang indah, ia pun memiliki keterampilan dalam dukungan dansa. Dia mampu memahami sepenuhnya tentang kemampuan dansa pasangannya, dan ia mampu untuk menyelaraskan dirinya untuk membuat pasangan dansanya dapat menari dengan nyaman.

Keahlian itu sangat dibanggakan oleh Mia. Namun, pada garis waktu sebelumnya, ia tidak memiliki kesempatan untuk menampilkannya.
Pada pesta dansa untuk menyambut para siswa baru, ia tidak menari dengan siapapun karena ia telah menolak semua undangan, sebagai hasilnya, para siswa  disekelilingnya memiliki persepsi, apakah beliau tidak suka berdansa?
Sejak itu, Mia tidak pernah diundang untuk menari, dan ia menjadi sangat, sangat kesepian.

――Disini dan saat ini, adalah waktunya untuk keterampilan diriku bersinar!

Dengan lembut ia menarik tangan Abel. Sambil tersenyum, Mia,

"Nah, mari berdansa, Pangeran Abel."
"Ap, Baik!"

Abel tampak malu, namun segera, ia mulai mengambil langkah dansa.

――Hmmm, ini cukup. Bangun tubuhnya tidaklah buruk.

Mia mengangguk puas ketika ia menatap Abel yang menari dengan tegang membimbingnya.
Ia mendapati bahwa langkah-langkah dansanya terlalu canggung, mungkin ia tidak terbiasa menari dan ia berusaha keras berhati-hati supaya tidak menginjak kaki Mia.

――Ini adalah etiket minimum untuk mencegahnya menginjak langkah seorang wanita, bukan. Ini jauh lebih baik daripada terlalu terlarut dalam tarian dan tidak memedulikan orang lain. Namun, ketika pihak lain pasangan dansa adalah diriku, itu adalah sesuatu yang sama sekali tidak perlu dipermasalahkan....

Bagaimanapun, langkah Mia tidaklah mungkin untuk terinjak.
Kemampuan dansa Mia tidaklah berada dalam tingkat menyedihkan itu.

――Tampaknya ini akan menantang untuk melatihnya!

Dengan pemikiran itu dalam benaknya, ia mengambil langkah yang sedikit lebih baik daripada Abel. Bukannya langkah yang mustahil untuk diikuti, tapi hanya sedikit lebih sulit untuk diikuti, namun pada akhirnya ini akan meningkatkan keterampilan Abel ketika tarian berakhir.



~"(This is a Translation Content of pemudatunawisata.my.id. so, read only on my site)"~

[Akhir Bab]


Terima kasih telah membaca
Bila ada salah-salah kata, dsb. bisa beritahu di komentar.

Terima Kasih Telah Singgah!
πŸ˜πŸ‘

Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa komentar
Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mendukung

If you'd like to and wouldn't mind,
you could support, or sawer, or traktir me on:

Post a Comment

0 Comments

At a certain time, there are creatures that walk by two feet. These creatures can be divided into two by gender. These creatures are surprisingly able to pick something using things called hands.
And on a certain day, two of these creatures meet.

"Halloo~ I am Bujangga, ndesu! Nice to meet you!"
"Y, yes. Nice to meet you too, I am Fuurawan."
"Fuurawan-chan ka? Ii no namae."
"S, sangkyu."

The two greet each other due of their faces are facing each other.
They speak, breathe, blink, sweat, and so.
And after a long time passes,

 "!?"
"Kyaa~ Bujang-kyun."
"Daijoubu ka? Fuurawan-chan."
"D, daijoubu... desu."
"Mmm."
"Doushita no?"
"Fuurawan-chan no kaori, suuuuggoku WANGY, hmmmmmppppsshhh ahhhh wangyyyy."
"Mou~ Bujang-kyun no eccchi~."

On a certain day, these two meet and have lunch because they are hungry.
The boy orders fried rice while the girl orders a serve of seasoned rice being processed by frying.
For the drinks, the boy orders hot chocolate while the girl orders a cup of chocolate that has not been cold yet.
They eat their food.
They also feed some spoons with each other.
They then having a leisure exchange.

"Ikeh, yaru?"
"Damee~"
"Ikeh!"
"..."
"Ikeh, tanoshii, kimochii, ore, ganbarimasu!!!"
"Mouu~"
"Dame ka?"
"..."
"Dame nanoka."
"Ee, haayaakuuu~"

The two of them are having exercise, training, and workout, then.
When they finished, then they restarted.
And when they finished, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

On the other occasion,
On a day that is not a night.
That day the sun is shining brightly because it's a day and 12:00 o'clock.
The day is bright and the sun has not been set yet.
The breeze can be felt due to the air is flowing.
As he is breathing, a certain boy is approaching a girl.

"Yaa, kitten-chan, can I have your namae?"
"S, su, suteki~. Ah, hai. Fuurawan desu."
"Fuurawan-chan, huh. What a kirei no namae. By the way, watashi no namae is Badz Zheengan. Watashi wa Son of a Beach. Watashi came from The Pangea Selatan. Diligent in setsuyaku. Ketsueki type is I, I for Ikkehmen. Watashi no hobby wa breathing. Yoroshiku."
"Yoroshiku, Badz Zheengan-san."
"Fuurawan-chan, watashi no yubi to kimi no chawan, let's have made karera meet and unite."
"Hai."
"Watashi-tachi will have much tanoshi."

They have a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok.
When they have done of their a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok, then they re-doing again.
When they finished again, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

"Fuurawan-chaaannn!!! Ikanaide!!!!."
"Gomen ne, Bujang-kun."
"Dameee, Fuurawan-chaannnn!!!"
"Sayonara, Bujang-kun."