Tearmoon Empire Story I - Bab 39

Settings:
Tearmoon Empire Story (WN)
Lakon 1 - Tuan Putri Yang Terpancung


Src: https://ncode.syosetu.com/n8920ex/41




39 - Manuver rahasia sang pelayan - Bagian 2


Liora Roule
Berasal dari Suku Roule, suku minoritas yang tinggal di wilayah hutan Kekaisaran Tearmoon.
Mengesampingkan kemampuannya sebagai pelayan, dia masih kesulitan dalam menuturkan bahasa umum, jadi dia seharusnya bukanlah tipe orang yang seharusnya dibawa ke Akademi St. Noel.
Meski demikian, dia dengan enggan dipilih karena alasan bahwa tidak ada orang lain yang tersedia.
Bagi keluarga Rudolfon yang secara keuangan tidak mampu, mengirim putri mereka ke St. Noel saja sudah merupakan tugas yang mustahil.
Berdasarkan kebijakan Rafina, Putri Duke Beluga, pintu akademi terbuka tidak hanya bagi bangsawan besar dan bergengsi, namun juga bangsawan lemah dan miskin. Karenanya, penerimaan itu dimungkinkan. Namun, tidak ada bantuan finansial.
Sebab itu, tidak mungkin untuk mempekerjakan pelayan veteran bergaji tinggi untuk membersamai Tiona.
Selain itu, ada alasan lain mengapa ia dipilih.
Dan itu adalah....

"Riola, jangan berlebihan."

'Atas kepalamu', kata Tiona, mengintip keluar jendela.

"Nona Tiona, Itu, Bahaya, Jangan, Keluarkan, Tubuh, Banyak."

Mengatakan itu, Liora menatap kebawah ke kakinya.
Tinggiii..... Jika mereka jatuh, mustahil mereka akan bertahan.
Tempat Tiona dan Liora terjebak adalah tempat tertinggi di gedung akademi St. Noel.
Tempat yang disebut ruang kelas pengamatan bintang, berada di lantai atas menara yang berdiri di sebelah gedung utara akademi. Dengan hanya memiliki satu pintu masuk dan keluar, sekali pintu dikunci, tidak ada cara untuk keluar.
Meskipun terdapat jendela, mustahil untuk keluar dari tempat ittu, orang-orang yang telah menjebak mereka didalamnya pasti berpikiran seperti itu.
Tapi, hal yang tidak mereka duga adalah keberadaan Liora.
Orang-orang dari suku Roule yang tinggal di hutan, memiliki kekuatan fisik yang sangat tangguh.
Mereka bisa mengejar mangsa di hutan dan memanjat pohon dengan mudah sejak mereka belia, jadi mereka tidak punya masalah dengan ketinggian.
Dengan mudah menuruni dinding dan dengan segera mencapai tanah, dan kemudian Riola memanggil Anne, orang pertama yang ia lihat.


Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!


"Nona Tiona, Ter, Jebak."
"Eh....?"

Mendengar kata-kata Riola, Anne meragukan telinganya.

"Terjebak......, oleh siapa?

Dan pula untuk apa?

"Saya, Tidak, Tahu. Hanya, Saya, Bisa, Lolos."

Liora menatap Anne dengan mata memelas, lalu mengatakan.

"Tolong, Nona Tiona, Selamatkan, Tolong."
"Baik, aku akan membantu."

Dengan kebingungan, Anne menjawab segera. Dan dia lebih dari terkejut atas tindakannya sendiri.

――Aku menjawabnya tanpa ragu-ragu.

Itu adalah tindakan yang tak terpikirkan sebelumnya, akan tetapi Anne tahu persis mengapa ia melakukannya.

――Putri Mia telah memberikan saya kebebasan bertindak, jadi saya harus bertindak dengan cara yang tidak akan mempermalukan Putri Mia.

Dia sangat yakin bahwa Mia yang baik lagi bajik pasti akan melakukan tindakan yang sama, dan keyakinan semacam itu tidak mengizinkannya untuk ragu sedikitpun.
Kebetulan, keyakinan itu sebenarnya tidaklah salah.
Memang, jika Mia berada disini, dia akan bertindak untuk menolong Tiona.
Karena Mia adalah seorang yang baik lagi bajik...... Tentu saja tidak.
Itu hanyalah karena ia, adalah seorang pengecut.
Jika dia memutuskan untuk mengabaikannya disini, dia mungkin akan dengan lurus menuju lebih dekat ke rute Guillotine, dan terlebih lagi, jika dia dibanjiri tatapan penuh harap dari pengikut setianya, Anne, tidak mungkin dia bisa mengabaikannya.
Maka, Mia akan pergi membantu, meski dalam hatinya ia menangis darah.
Disini, pilihan untuk bertindak antara tuan dengan pelayan sangat cocok sempurna.
Meskipun dalam lubuk hati mereka sangatlah benar-benar berseberangan.....


Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!


Dituntun oleh Liora, Anne menuju ke gedung akademi.
Gedung besar itu sunyi senyap. Sebuah gedung tempat belajar ketika kelas sedang tidak berlangsung, secara mengejutkan bukanlah tempat yang populer.
Semua siswa-siswi menghadiri pesta, sedang pada pelayan mereka menunggu di asrama atau berjalan-jalan ke kota, seperti Anne.
Tempat ini bahkan lebih kosong dari biasanya, jadi ini akan menjadi tempat yang cocok untuk melancarkan aksi kejahatan.
Setelah mendaki tangga spiral yang panjang di menara utara, mereka akhirnya tiba di koridor sempit. Pada ujung koridor sempit yang remang-remang, bayangan seseorang hampir tidak bisa terlihat.

"Itu.....?"
"Sssshhh! Waspada. Lihat."
"Lihat.....?"

Setelah matanya bisa menyesuaikan dengan kegelapan, Anne bisa melihatnya dengan jelas.
Ada dua laki-laki yang sedang berdiri didepan ruang kelas pengamatan bintang.
Dari jarak ini, sulit untuk mengetahui identitas mereka, namun hanya sekilas, dapat diketahui bahwa mereka tangguh.
Dia mendengar bahwa beberapa pelayan sangat ahli dan hebat dalam seni bela diri guna melindungi tuan mereka, tapi, mungkin mereka juga diantaranya.

"Apa yang harus kita lakukan....?"

Sayangnya, Anne tidak memiliki pengetahuan seni bela diri sama sekali. Bahkan jika mereka hanya laki-laki biasa, mustahil untuk menghajar mereka lalu menyuruh mereka untuk menyingkir.
Kemudian, kemungkinan untuk membujuk mereka juga meragukan.

"....Apa yang harus, tindakan apa yang harus....."
"Oh? Ada masalah apa gerangan, Nona-nona?"

Lalu, tiba-tiba, mereka didekati dari belakang.
Karena terkejut, keduanya tersentak. Ketika mereka berbalik dengan takut-takut, yang berdiri disana adalah.....

"Anda adalah....."
"Kiranya apakah ada yang bisa saya lakukan?"
"Kalau tidak salah, Petugas Yang Mulia Pangeran Shion.....?"

Berdiri disana adalah Keithwood dengan senyuman ramah yang mengapung di wajahnya.



~"(This is a Translation Content of pemudatunawisata.my.id. so, read only on my site)"~

[Akhir Bab]


Terima kasih telah membaca
Bila ada salah-salah kata, dsb. bisa beritahu di komentar.

Terima Kasih Telah Singgah!
πŸ˜πŸ‘

Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa komentar
Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mendukung (Bisa Dana, Gopay)


If you'd like to and wouldn't mind,
you could support, or sawer, or traktir me on:

Post a Comment

0 Comments

At a certain time, there are creatures that walk by two feet. These creatures can be divided into two by gender. These creatures are surprisingly able to pick something using things called hands.
And on a certain day, two of these creatures meet.

"Halloo~ I am Bujangga, ndesu! Nice to meet you!"
"Y, yes. Nice to meet you too, I am Fuurawan."
"Fuurawan-chan ka? Ii no namae."
"S, sangkyu."

The two greet each other due of their faces are facing each other.
They speak, breathe, blink, sweat, and so.
And after a long time passes,

 "!?"
"Kyaa~ Bujang-kyun."
"Daijoubu ka? Fuurawan-chan."
"D, daijoubu... desu."
"Mmm."
"Doushita no?"
"Fuurawan-chan no kaori, suuuuggoku WANGY, hmmmmmppppsshhh ahhhh wangyyyy."
"Mou~ Bujang-kyun no eccchi~."

On a certain day, these two meet and have lunch because they are hungry.
The boy orders fried rice while the girl orders a serve of seasoned rice being processed by frying.
For the drinks, the boy orders hot chocolate while the girl orders a cup of chocolate that has not been cold yet.
They eat their food.
They also feed some spoons with each other.
They then having a leisure exchange.

"Ikeh, yaru?"
"Damee~"
"Ikeh!"
"..."
"Ikeh, tanoshii, kimochii, ore, ganbarimasu!!!"
"Mouu~"
"Dame ka?"
"..."
"Dame nanoka."
"Ee, haayaakuuu~"

The two of them are having exercise, training, and workout, then.
When they finished, then they restarted.
And when they finished, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

On the other occasion,
On a day that is not a night.
That day the sun is shining brightly because it's a day and 12:00 o'clock.
The day is bright and the sun has not been set yet.
The breeze can be felt due to the air is flowing.
As he is breathing, a certain boy is approaching a girl.

"Yaa, kitten-chan, can I have your namae?"
"S, su, suteki~. Ah, hai. Fuurawan desu."
"Fuurawan-chan, huh. What a kirei no namae. By the way, watashi no namae is Badz Zheengan. Watashi wa Son of a Beach. Watashi came from The Pangea Selatan. Diligent in setsuyaku. Ketsueki type is I, I for Ikkehmen. Watashi no hobby wa breathing. Yoroshiku."
"Yoroshiku, Badz Zheengan-san."
"Fuurawan-chan, watashi no yubi to kimi no chawan, let's have made karera meet and unite."
"Hai."
"Watashi-tachi will have much tanoshi."

They have a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok.
When they have done of their a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok, then they re-doing again.
When they finished again, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

"Fuurawan-chaaannn!!! Ikanaide!!!!."
"Gomen ne, Bujang-kun."
"Dameee, Fuurawan-chaannnn!!!"
"Sayonara, Bujang-kun."