Tearmoon Empire Story I - Bab 47

Settings:
Tearmoon Empire Story (WN)
Lakon 1 - Tuan Putri Yang Terpancung


Src: https://ncode.syosetu.com/n8920ex/49




47 - Kesalahan kira mengenai kuda


"Putri Mia, ada apa gerangan, anda disini?"
"Oh, Pangeran Abel? Sungguh perjumpaan yang tak terduga bukan."

Menoleh ke arah sumber suara, Mia sedikit terkejut atas kemunculan dari sosok yang tak terduga.
Jika ingatan Mia benar, pada garis waktu sebelumnya Abel seharusnya adalah anggota dari Klub Permainan Kartu. Mia mencoba untuk bergabung dengan klub tersebut untuk memperdalam hubungannya dengan Abel, akan tetapi ia dihentikan oleh Anne karena fakta bahwa setiap kegiatan klub tersebut bermoral merosot karena berisikan tentang taruhan. (PTW/N: BAYANGIN!!! Seorang MIA!!! ngomong "KAKKEGURUIMASHOOO~"!!!... wkwkwkw)

――Diriku kira dia akan menjalani kehidupan murid bermoral merosot, tapi.....

Wajah Abel yang tampak agak tidak benar terlintas di benak Mia. Pada garis waktu sebelumnya, Dia selalu memiliki senyuman konyol dan menyedihkan di wajahnya, dan juga seragamnya lusuh.

"Apakah engkau bergabung dengan Klub Berkuda?"
"Mmm? Ya~, itu benar, bagaimanapun saya adalah seorang pengeran Kerajaan Remno, jadi saya pikir setidaknya saya harus melatih dan mengasah seni berkuda dan juga berpedang."

Jawabnya sambil memasang senyum menyegarkan di wajahnya, ekspresi yang jauh dari sosok seorang bermoral merosot. Mengenakan pakaian yang layak untuk menunggang kuda, dia tampaklah sehat jiwa raga.
Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!
"Jadi apa gerangan yang sedang anda lakukan disini."
"Diriku datang berkunjung karena diriku tertarik dengan seni berkuda."
"Putri Mia tertarik, dengan seni berkuda? Itu, agak mengejutkan....."
"Oi, Abel, apa kau kenal dengan nona ini?"
"Ah, Senior Ma Long, Ee~, tempo hari, pada pesta penyambutan siswa baru, aku menjadi pasangan dansanya."
"Ho~, sungguh suatu kebetulan yang bagus. Mumpung dia sudah jauh-jauh datang berkunjung kemari, Kau, ajaklah dia menunggang kuda."
"......ha?"

Mendengar perkataan yang mengejutkan itu, mata Abel menjadi berkeliaran.

"Mumpung dia sedang tertarik dengan kuda, maka kau tidak boleh memperlakukannya dengan sembarangan, bukan."

Mengatakan itu untuk menggodanya, Ma Long mengedipkan matanya.

"Tidak, tapi....."

Abel melirik pada Mia dan kemudian dengan cepat mengalihkan wajahnya. Tanpa sadar, pipinya menjadi sedikit kemerahan.

――Ah, waahh....

Mia menangkap sesuatu.

――Mungkinkah, dirimu tersipu, Pangeran Abel?

Dua orang bersama mengendarai diatas kuda adalah sesuatu yang penuh dengan suasana romantis. Tidaklah mengherankan untuk Abel menjadi malu dan gugup karenanya.

――Fufufu, Pangeran Abel, dirimu benar-benar polos, bukan?

Mia memandang Abel dengan seolah meremehkan.
Bagaimanapun, pada garis waktu sebelumnya, Mia sudah hidup sampai usia dua puluh tahun, jadi, bisa dibilang bahwa dia adalah wanita dewasa. Bahkan jika ia sama sekali tidak memiliki pengalaman romansa, mudah untuk memahami psikologi dari seorang siswa laki-laki sekolah menengah.... Mia tidak ragu akan apa yang telah ia percayai.
Namun disaat ini, intuisi wanita Mia memanglah benar. Ya, bisa dikatakan bahwa itu adalah keberuntungan pemula.

――Yaa~h, jika itu masalahnya, maka Ayunda disini yang akan mengambil permulaan untuk membimbingmu.

Mia mendekat dan mengatakan pada Abel.

"Sudikah pabila diriku meminta engkau untuk membersamai diriku, Pangeran Abel? Dan pula bagaimanapun kita sudah membangun koneksi saat di pesta...."

Mia mengucapkan perkataan itu sambil menatap padanya, ituadalah sikap yang begitu licik.

"Mm? Jika Putri Mia berkata begitu...."
"Aha, Alangkah senangnya diriku."

Mia memasang senyuman yang manis di wajahnya....itu adalah senyuman yang selalu ia pasang sampai saat ini.


Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!


――Hiii! I, i, ini, sa, sangat, tinggi!

Mia menjerit dalam benaknya saat ia menaiki kuda dengan bantuan dari Ma Long.
Ya, kudanya memanglah tinggi. Terlebih, hari ini Mia sedang mengenakan seragam Akademi St. Noel.
Seragam Akademi St. Noel adalah seragam dengan model baru. Seragam itu dirancang oleh para perancang busana paling terampil di benua.
Blus putih dengan dibalut dengan blazer diatasnya, serta dengan rok lipit yang terlipat rapi, sangatlah berbeda dengan gaun yang biasa dikenakan di kalangan wanita bangsawan.
Yang terpenting disini adalah, Mia saat ini sedang mengenakan rok, bukannya celana panjang.
Maka, jika ia ingin menunggang kuda dengan busana seperti itu, dia harus dalam posisi duduk menyamping.

Ini menakutkan......

Jika seseorang menunggang kuda dalam posisi mengangkangi punggung kuda. Maka pemandangan yang dilihatnya kan sedikit terhalangi oleh kepala kuda. Tetapi jika dalam posisi duduk menyamping, maka orang tersebut akan bisa melihat tanah hanya dengan sedikit menunduk.
Selain itu, dalam posisi itu sungguhlah tidak stabil.
Jika ia sedikit ceroboh, bisa saja Mia kehilangan keseimbangan dan kemudian terjatuh.
Sebagai akibatnya....., Mia kehilangan ruang untuk kejadian romansa dan membiarkan Abel mengambil kepemimpinan darinya.

"Lalu, Putri Mia, pastikan untuk berpegangan e..... waaaaaaa!"

Pangran Abel nampaknya mengatakan sesuatu, namun Mia sama sekali tidak memiliki ruang untuk mendengarkan. Mia melingkarkan lengannya di pinggang Abel dan memeluknya erat.

"P, pu, Putri Mia, A, an, anda tidak perlu untuk begitu erat......."
"D,d, di, diriku tahu itu, Ji, jika sebatas ini, di, diriku mampu, me, menanganinya."

Itu adalah awal dari kencan berkuda yang mendebarkan dalam banyak hal bagi Mia, yang kehilangan ketenangan karena ketakutannya dari tingginya kuda, dan juga bagi Pangeran Abel, yang kehilangan ketenangannya karena ia menunggang kuda berdua bersama dengan gadis yang ia sukai.



~"(This is a Translation Content of pemudatunawisata.my.id. so, read only on my site)"~

[Akhir Bab]


Terima kasih telah membaca disini
Bila ada salah-salah kata, dsb. bisa beritahu di komentar.

Terima Kasih Telah Singgah!
πŸ˜πŸ‘

Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa komentar
Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mendukung


If you'd like to and wouldn't mind,
you could support, or sawer, or traktir me on:

Post a Comment

0 Comments

At a certain time, there are creatures that walk by two feet. These creatures can be divided into two by gender. These creatures are surprisingly able to pick something using things called hands.
And on a certain day, two of these creatures meet.

"Halloo~ I am Bujangga, ndesu! Nice to meet you!"
"Y, yes. Nice to meet you too, I am Fuurawan."
"Fuurawan-chan ka? Ii no namae."
"S, sangkyu."

The two greet each other due of their faces are facing each other.
They speak, breathe, blink, sweat, and so.
And after a long time passes,

 "!?"
"Kyaa~ Bujang-kyun."
"Daijoubu ka? Fuurawan-chan."
"D, daijoubu... desu."
"Mmm."
"Doushita no?"
"Fuurawan-chan no kaori, suuuuggoku WANGY, hmmmmmppppsshhh ahhhh wangyyyy."
"Mou~ Bujang-kyun no eccchi~."

On a certain day, these two meet and have lunch because they are hungry.
The boy orders fried rice while the girl orders a serve of seasoned rice being processed by frying.
For the drinks, the boy orders hot chocolate while the girl orders a cup of chocolate that has not been cold yet.
They eat their food.
They also feed some spoons with each other.
They then having a leisure exchange.

"Ikeh, yaru?"
"Damee~"
"Ikeh!"
"..."
"Ikeh, tanoshii, kimochii, ore, ganbarimasu!!!"
"Mouu~"
"Dame ka?"
"..."
"Dame nanoka."
"Ee, haayaakuuu~"

The two of them are having exercise, training, and workout, then.
When they finished, then they restarted.
And when they finished, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

On the other occasion,
On a day that is not a night.
That day the sun is shining brightly because it's a day and 12:00 o'clock.
The day is bright and the sun has not been set yet.
The breeze can be felt due to the air is flowing.
As he is breathing, a certain boy is approaching a girl.

"Yaa, kitten-chan, can I have your namae?"
"S, su, suteki~. Ah, hai. Fuurawan desu."
"Fuurawan-chan, huh. What a kirei no namae. By the way, watashi no namae is Badz Zheengan. Watashi wa Son of a Beach. Watashi came from The Pangea Selatan. Diligent in setsuyaku. Ketsueki type is I, I for Ikkehmen. Watashi no hobby wa breathing. Yoroshiku."
"Yoroshiku, Badz Zheengan-san."
"Fuurawan-chan, watashi no yubi to kimi no chawan, let's have made karera meet and unite."
"Hai."
"Watashi-tachi will have much tanoshi."

They have a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok.
When they have done of their a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok, then they re-doing again.
When they finished again, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

"Fuurawan-chaaannn!!! Ikanaide!!!!."
"Gomen ne, Bujang-kun."
"Dameee, Fuurawan-chaannnn!!!"
"Sayonara, Bujang-kun."