Tearmoon Empire Story I - Bab 48

Settings:
Tearmoon Empire Story (WN)
Lakon 1 - Tuan Putri Yang Terpancung


Src: https://ncode.syosetu.com/n8920ex/50




48 - Sedikit misinterpretasi


Abel, yang telah terbiasa menunggang kuda, lah yang pertama mendapatkan ketenangan dirinya lebih dahulu.

"Ayo, Putri Mia, bukalah kelopak mata anda. Pemandangan dari atas punggung kuda sungguh menarik untuk disaksikan, anda tahu?"
"E, engkau benar..... lalu."

Mia menarik napas dalam-dalam, dan kemudian membuka kelopak matanya.

"Waah...."

Dari sudut pandang yang lebih tinggi dari biasanya itu, pemandangan yang tampak sedikit lebih menyegarkan, berbeda dari pemandangan yang biasa dia lihat dari istana maupun tempat tinggi lainnya.
Angin segar bertiup menyebabkan rambutnya melambai-lambai.
Guncangan dari kuda saat berjalan, yang membuatnya takut beberapa saat yang lalu, kini menjadi agak menghibur.

――Entah bagaimana, ini rasanya membuat diriku mengantuk.

Mia dengan lembut menyandarkan pipinya di punggung Abel, perlahan-lahan ia menutup matanya.

"Uu, emm, P, Putri Mia, apa yang and... Ah, l, lihat, itu pelayan anda datang kemari."
"Wah, benar, Anne~!"
Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!
Mia melambaikan tangannya dan memanggil Anne yang berada di kejauhan.
Panggilan yang ceria.......lambaian dengan kedua tangannya.
.........keakraban itu, menimbulkan kecerobohan.

"Hey, Putri Mia, mohon jangan lepaskan pegangan anda......!?"
"Eh?"

Sesaat kemudian, tubuh Mia miring lalu,

"Hiyaaaaah!"

Disertai teriakan, Mia jatuh ke tanah..... Buk! menimbulkan bunyi yang jelas.
Namun dampaknya kurang dari yang diduga.

"A....Ah? Apa yang terjadi?"
"Adududuh....."

Suara Abel dapat terdengar di dekat Mia. Mia dengan perlahan-lahan membuka matanya, dan....

"Apa, Pangeran Abel! Ini......?"

Kemudian Mia menyadari, bahwa dia berada di pelukan Abel!
Abel itu terjatuh bersamanya memluknya untuk menyelamatkannya!!

"Aa~, wa~, u~ee~!?"

Tanpa sadar suara teriakan aneh keluar dari mulutnya, jantungnya berdegup kencang berdebar-debar.

――A, a, apa yang terjadi dengan diriku? Harusnya tidak perlu mempermasalahkan akan hal Pangeran Abel memeluk diriku, bukan? Lagipula diriku pernah menalaminya sebelumnya ketika saat pesta dansa.....
Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!
Mia mencoba meyakinkan dirinya sendiri, dan berhasil menenangkan detak jantungnya yang berdegup kencang.

――Itu benar, lagi pula, sejak awal, Pangeran Abel masihlah bocah. Dirinya delapan tahul lebih muda dari diriku....

"Bagaimana keadaan anda, Putri Mia? Apakah anda mendapatkan luka atau cidera?"

Abel menatap wajahnya. Matanya yang serius itu, memandang tajam menembus dirinya.

――M, mo, mohon jangan tatap diriku dengan tatapan semacam itu!

Mia memalingkan wajahnya, wajahnya berubah merah padam.

"D, diriku aman, baik-baik saja. Pangeran Abel. Dan karena diriku baik-baik saja, jadi bisakah engkau memelepaskan diriku."
"A, ah, benar, maaf..... Saya mohon maaf."

Abel menjauh dari Mia dengan panik. Wajahnya agak murung.

"Ah, mohon jangan salah sangka, Pangeran Abel. Itu bukan seperti diriku tidak ingin bersama engkau atau semacamnya."
"Nn, ah, itu benar.... Saya paham akan hal itu."

Meski begitu, raut wajah Abel tidak tampak menjadi lebih baik.
Melihat wajah sedih dan murungnya yang semacam itu, entah bagaimana membuat Mia merasa tidak nyaman.

――Aa, ini pasti karena, hal itu, bukan. Jika sampai Pangeran Abel membenci diriku, dirinya tidak akan mengirimkan bala bantuan pada diriku.....

Dirimu tidak akan melakukan hal semacam itu hanya karena perkara semacam ini, bukan? Pikir Mia, sambil memaksa meyakinkan dirinya sendiri.

――Kiranya apa yang dapat diriku laku..... ah, benar!

Mia mengambil selangkah lebih dekat ke Abel, lalu ia meraih tangan Abel dan menggenggam erat dengan kedua tangannya.

"Ap, Putri Mia?"
"Diriku amat sangat berterima kasih atas bantuan dari engkau barusan, Pangeran Abel!"

Mia berucap sambil lebih mendekat pada Abel. Posisi mereka berdua sangatlah dekat seolah-olah wajah mereka bersentuhan satu sama lain. Mia menatap Abel dengan mata menengadah.

――Jika seseorang melakukan kontak dengan dirimu lebih dekat dari sewajarnya, dirimu pasti secara alami akan mencoba untuk mengambil jarak, bukan. Berdasarkan itu diriku membuat dirinya mengalaminya sendiri, diriku memanglah brilian.

"Uh, a, emm.... Sa, saya mengerti..... Saya mengerti akan hal itu, jadi, bisakah anda sedikit menjauh dariku?"

Dengan wajahnya yang memerah padam, Abel mengalihkan pandangannya.
Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!
"Lihat kan, engkau juga, engkau mengalihkan muka juga, bukan? Mengapa, engkau mengalihkan muka?"

Ucap Mia, sambil memasang senyum penuh kemenangan.

"Itu karena..."
"Barusan diriku juga begitu, dan sekarang engkau juga, Pangeran Abel."
"Ap..."

――Diriku adalah tipe orang yang sensitif, sehingga diriku akan gugup jika seseorang melakukan kontak yang lebih dekat dari yang seharusnya. 

"T, tapi, apa yang saya rasakan pasti lebih dari yang anda rasakan."
"Oh, engkau adalah tipe orang yang tidak suka kalah, bukan?"

Mia terkikik atas betapa lucunya Abel yang begitu kompetitif pada taraf yang aneh.

――Mungkinkah dirinya, jauh lebih sensitif daripada diriku?

Mia memiringkan kepalanya, ia tidak menyadari mengapa.
Tentang kondisi kegugupan yang dialami Abel sedikit berbeda daripada yang dialami oleh Mia, semacam "Didekati oleh orang asing lebih dari sewajarnya" dengan "Didekati oleh gadis yang ia sukai".
Atau, Mia sendiri juga merasa gugup ketika ia didekati oleh "Laki-laki yang agak ia sukai".



~"(This is a Translation Content of pemudatunawisata.my.id. so, read only on my site)"~

[Akhir Bab]


Terima kasih telah membaca disini
Bila ada salah-salah kata, dsb. bisa beritahu di komentar.

Terima Kasih Telah Singgah!
πŸ˜πŸ‘

Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa komentar
Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mendukung


If you'd like to and wouldn't mind,
you could support, or sawer, or traktir me on:

Post a Comment

0 Comments

At a certain time, there are creatures that walk by two feet. These creatures can be divided into two by gender. These creatures are surprisingly able to pick something using things called hands.
And on a certain day, two of these creatures meet.

"Halloo~ I am Bujangga, ndesu! Nice to meet you!"
"Y, yes. Nice to meet you too, I am Fuurawan."
"Fuurawan-chan ka? Ii no namae."
"S, sangkyu."

The two greet each other due of their faces are facing each other.
They speak, breathe, blink, sweat, and so.
And after a long time passes,

 "!?"
"Kyaa~ Bujang-kyun."
"Daijoubu ka? Fuurawan-chan."
"D, daijoubu... desu."
"Mmm."
"Doushita no?"
"Fuurawan-chan no kaori, suuuuggoku WANGY, hmmmmmppppsshhh ahhhh wangyyyy."
"Mou~ Bujang-kyun no eccchi~."

On a certain day, these two meet and have lunch because they are hungry.
The boy orders fried rice while the girl orders a serve of seasoned rice being processed by frying.
For the drinks, the boy orders hot chocolate while the girl orders a cup of chocolate that has not been cold yet.
They eat their food.
They also feed some spoons with each other.
They then having a leisure exchange.

"Ikeh, yaru?"
"Damee~"
"Ikeh!"
"..."
"Ikeh, tanoshii, kimochii, ore, ganbarimasu!!!"
"Mouu~"
"Dame ka?"
"..."
"Dame nanoka."
"Ee, haayaakuuu~"

The two of them are having exercise, training, and workout, then.
When they finished, then they restarted.
And when they finished, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

On the other occasion,
On a day that is not a night.
That day the sun is shining brightly because it's a day and 12:00 o'clock.
The day is bright and the sun has not been set yet.
The breeze can be felt due to the air is flowing.
As he is breathing, a certain boy is approaching a girl.

"Yaa, kitten-chan, can I have your namae?"
"S, su, suteki~. Ah, hai. Fuurawan desu."
"Fuurawan-chan, huh. What a kirei no namae. By the way, watashi no namae is Badz Zheengan. Watashi wa Son of a Beach. Watashi came from The Pangea Selatan. Diligent in setsuyaku. Ketsueki type is I, I for Ikkehmen. Watashi no hobby wa breathing. Yoroshiku."
"Yoroshiku, Badz Zheengan-san."
"Fuurawan-chan, watashi no yubi to kimi no chawan, let's have made karera meet and unite."
"Hai."
"Watashi-tachi will have much tanoshi."

They have a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok.
When they have done of their a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok, then they re-doing again.
When they finished again, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

"Fuurawan-chaaannn!!! Ikanaide!!!!."
"Gomen ne, Bujang-kun."
"Dameee, Fuurawan-chaannnn!!!"
"Sayonara, Bujang-kun."