[ID] Fixed Damage - Bab 17 & 18

Settings:
Koibito o Netorare, Yuusha Party Kara Tsuihou Sa Retakedo, EX Skill [Kotei Dameeji] ni Mezamete Muteki no Sonzai ni. Saa, Fukushuu o Hajimeyou.

Lakon 2 - Darkness dan Si Saintess


Src: syosetu




17 - Pembalas dan Saintess 1



"Barnez, setidaknya beristirahatlah dengan tenang."

Irina berlutut di sisi Barnez, berdoa kepada Ralpha, dewi penyembuh, sambil menitikkan air mata.
Terpancar kesedihan dan suasana saleh.

"O, oi, dia telah, dirinya sendiri...?"
"Dia tidak menahan rasa berdosa pada Saintess-sama..."
"Tapi Saintess-sama, sangat pengasih kepada orang berdosa seperti dia ...... Aah"

Kerumunan masih riuh, tapi wajah mereka terpesona oleh karisma akan pesona Irina sebagai Saintess.

......Sungguh, dia adalah wanita yang baik, hanya di luarnya saja.

Yah, aku selalu ditipu olehnya selama ini, sampai hari aku dibuang dari Hero Party.
Tidak bisakah kau mengatakan sesuatu selain mulut besar?

Berjalan perlahan dengan kakiku yang lemah,

"Dia bunuh diri. Apa dia bertobat dari dosa-dosanya ......"
"Kau keliru"

Aku menggelengkan kepalaku atas untuk gumaman Shea.

"Itu sihir pendeta milik Irina."
"Itu──."
"Semacam mantra pencucian otak. Itu adalah mantra terlarang yang hanya digunakan oleh pendeta tingkat tinggi──itu bisa digunakan untuk memperbudak dan melukai diri lawanmu. Sekarang Irina telah melakukan pembungkaman mulut dan menyebarkan daya tarik Saintess-nya sekaligus."

Dengan wajah yang dingin.
Dan di depan banyak orang.

Dia dengan mudah membunuh Barnez.

Mungkin, apa yang iakatakannya itu asli.
Mengingat informasi yang telah dikumpulkan selama dua tahun terakhir, mungkin masih banyak lagi yang telah dia lakukan untuk mendapatkan status itu.
Seperti plot, trik, bahkan pembunuhan──

Gadis yang pernah kuingat, hanyalah kepalsuan total.

"Chrome-sama"

Shea menatapku.
Menunggu perintahku.

"Kukira aku bisa menjalankannya dari sekarang"

Aku masih menantikan.
Namun, beberapa pengawal dari Ordo Ksatria Suci telah terbunuh dalam keributan tersebut. Dan sekarang jumlah mereka berkurang.

Tentu saja, tak peduli berapa banyak pendamping yang ada, di depan skill-ku tidak ada gunanya... akan sangat merepotkan jika Irina kabur selagi mereka menjadi tameng.

Kalau sekarang──Aku mungkin bisa mencapai.

"Ayo pergi, Shea"
"Ya, aku akan melindungimu"

Kami maju.

Anginnya berhembus kencang.
Kami meletakkan tangan kami di atas tudung agar tidak terbawa angin, dan ujung jubah berkibar tertiup angin.

Kami menghadapi Irina pada jarak sekitar 20 meter.

"Siapa kalian berdua?"
"Kalian tidak bisa lebih dekat dengan Saintess-sama."
"Seperti yang kaulihat, orang yang mencurigakan baru saja menyerang. Siapa pun yang melakukan gerakan mencurigakan akan ditahan."
"Pergilah"

kataku pelan.

"Kalian akan mati jika aku mendekat"
"A, apa, ...!?"

Aku melangkah lebih jauh.

Bisakah mereka mundur setelah mendengar peringatanku, saya penasaran.
Jarak tinggal 16 meter.
Beberapa meter lagi dari dari Irina.

"Eei, hentikan sekarang!"

Satu dari pengawal berteriak frustrasi.

"Chrome-sama, dari sini iarkan saya"
"Kuserahkan padamu"

Bersamaan dengan kata-kataku, ksatria [Subordinate]-ku melompat.

Menerjang ksatria pengawal yang memimpin.

"Jika kau melawanku, tidak ada belas kasihan!"

Pedang itu mengayun ke bawah dan memotong Shea.

──Tidak.
Hanya afterimage yang telah ditebas pengawal itu.

"H, hilang."
"Terlalu lambat"

Seolah bergerak secara instan──Shea bergerak ke belakang musuh dengan kecepatan luar biasa,
Skill kegelapan [Acceleration].

Dan, ksatria perempuan itu mengayunkan pedangnya.

Skill kegelapan [Dissection].
Pedang musuh bahkan dengan armornya terbelah seakan selembar kertas.

Shea menerjang lebih jauh.

Apa yang aku lihat adalah kilatan merah.
Rambut merahnya yang seperti nyala dalam dua kuncir atas berkibar, dan gerakan menyisakan lintasan merah.

Dia berlari melewati sepuluh ksatria pengawal untuk sesaat dan kembali ke sisiku.
Di saat yang sama, pedang dan armor mereka hancur berkeping-keping, lalu jatuh ke tanah dengan suara berderak.

Seperti ksatria pendamping pertama, kesepuluh pedang dan aror lainnya telah hancur.

"A, aku tidak bisa melihat gerakan itu──."
"Apa-apaan orang itu ......!?"
"Pedang dan armor kita ...... Tidak mungkin ......"
"Jika kamu menghargai hidupmu, jangan menghalangi jalannya."

Kata Shea dengan dingin pada mereka yang berdiri dengan kaget.

"Berikutnya bukanlah senjata atau armor kalian, tapi tubuh kalianlah yang akan terbelah menjadi dua."
"Kuh ......"

Para ksatria pengawal mundur atas tekanan itu.

Memang, tanpa senjata, tidak mungkin untuk menghadapi dengan Shea yang memiliki kecepatan dan kekuatan potong melebihi manusia.
Yah, itu sama saja apakah mereka bersenjata lengkap atau tidak.

"A, aku tidak akan menyesali hidupku!"
"Kami adalah ksatria yang melindungi Saintess-sama!"
"Demi beliau, bahkan jika kami mati──."

Para ksatria pengawal segera bersiap.
Apakah mereka ingin bertarung dengan tangan kosong?

"──Chrome-sama"

Shea menatapku.

Sekarang, apa yang harus kulakukan──.
Itulah apa yang aku pikirkan.

Dalam kasus Riot, para prajurit melakukan kesalahan, jadi mereka semua kumusnahkan.

Tapi para ksatria pengawal ini hanya melindungi Irina atas dasar tugas.
Jika mereka mendekat beberapa meter, mereka semua secara otomatis akan terbunuh──.



"Mohon tunggu sebentar"



Seru Irina.

"Tujuan mereka adalah aku, dan aku akan melakukannya."

Dia menatapku lurus.
Tatapan itu adalah tatapan Saintess yang bermartabat.

"Buka tudungmu"

Aku mengabaikannya dan melangkah lebih dekat.

Irina mengangkat alisnya dan mendekati kami.

20 meter...... 19 meter...... 18 meter tersisa......

Aku mengukur jarak dengan hati-hati.
Jika aku terlalu dekat, dia akan terkena 9999 kerusakan.
Aku tidak ingin dia mati dengan cepat......

"Saintess-sama!"
"Itu berbahaya!"
"Bukankah aku ini anggota Hero Party? Jadi, jangan terlalu khawatir."

Irina tersenyum pada para pengawal.
Senyuman penuh kesucian dan kemurahan hati.

Senyumanan Saintess itu, hanya kepalsuan.

"Dan aku telah diberkati oleh Dewa. Aku tidak akan terluka kecuali oleh Raja Iblis atau kelas yang dekat dengannya."
"Buka kerudung kalian di depan beliau."

Aku melihat ke arah Irina.

"Kau juga berhenti di situ, Irina. Jangan mendekati kami lebih jauh."

Aku menghentikannya agar tidak segera terbunuh.

"Dan kemudian, panggil pengawal kembali ke sisimu, aku tidak bisa tenang jika seperti ini."
"......Baik."

Irina memanggil pengawalnya kembali padanya sesuai apa kataku.

Semua orang menatapku dengan hasrat membunuh.




[Akhiri Bab]




18 - Pembalas dan Saintess 2




"Sekarang, buka tudung kalian."
".....Baik."

Aku mengangkat kerudungku.

Rambut perak dan topeng yang menyembunyikan wajahku.
Sisa-sisa jejak diriku dari dua tahun lalu, seharusnya samar.

Shea juga mengangkat tudungnya di sampingku.
Dia juga menyembunyikan wajahnya dengan topeng, sama sepertiku.

"Kamu......"

Irina sedikit memiringkan kepalanya.
Dia mungkin sedang mencari ingatan tentang siapa aku sebenarnya.

Perubahan warna rambut dan tubuhku kurus yang kurus kering── citra diriku yang dulu telah berubah total.
Suasana yang terangkat disekitarku, itulah.

Namun, dia mungkin saja memperhatikan siapa aku melalui suaraku.
Jadi, aku merendahkan suaraku alih-alih menyamarkan.

"... Apa yang kalian mau dariku?"

Sikap Irina seperti menghadapi lawan pertamanya.
Bagaimanapun, dia sepertinya tidak mengenaliku.

Atau──Apakah kamu sudah melupakanku?
Untuk ambisimu sendiri, kau bergonta-ganti dan tidur dengan banyak pria.

Dan──ekspresi Irina sedikit berubah.
Matanya sedikit menyipit, meninggalkan senyumnya dengan suasana yang anggun dan tenang.

Sepertinya dia akan melakukan sesuatu.

Aku merasakan permusuhannya terhadapku semakin besar.
Bagaimanapun, dia adalah partner yang pernah menjadi kekasihku.
Aku memprediksi kasar tentang apa yang dia coba lakukan.

Yah, tidak peduli apa yang dia lakukan, itu tidak berguna.

Sesaat berikutnya, sesuatu seperti api hitam naik dari sekitarku.

"Mm ...?"

Irina sedikit mengangkat alisnya.

"Chrome-sama, barusan adalah ...?"
"Itu sihir tingkat tinggi Irina. Dia melemparkannya tanpa mengucapkan mantra."

Aku menjawab apa yang Shea tanyakan dengan berbisik.

"Itu──."
"Dia mencoba mengutuk kita seperti halnya pada Barnez, yang bunuh diri sebelumnya menggunakan sihir Cuci Otak. Mungkin dia membuat alasan yang tepat."

Aku mendengus dan menatap Saintess.

"Pura-pura mendengarkan lalu menyerang dengan sihir. Itu kepribadian yang cukup bagus, Irina."

Tapi itu tidak berhasil untukku.

EX Skill [Fixed Damage] bekerja pada "Semua" yang memiliki permusuhan terhadapku.
Bahkan menimbulkan 9999 kerusakan pada sihir dan memusnahkannya──.
Ya, seperti mantera yang dilempaskan Irina barusan.

"..... apa sebenarnya itu?"

Dia melayangkan ekspresi bingung.
Secara alami, ekspresi itu hanya akting.

Sampai kapan dia akan bermain sebagai orang yang tidak bersalah, ya.
Dia memiliki kepribadian yang sangat baik, bagaimanapun.

"Dua hal, aku akan memberitahumu."

Kataku sambil menatapnya.

"Pertama, seranganmu tidak akan mencapai diriku, dan satu hal lagi──jika kau berada dalam jarak 10 meter dariku, kamu akan mati seketika."
"A, apa ...?"
"Itu hanya nasihat. Aku tidak ingin kau mati dengan mudah."

Kataku, mengambil satu langkah lebih dekat ke Irina.

Hanya satu langkah saja.
Aku tidak akan lebih dekat.


──Sekarang, mari kita mulai balas dendam ini──


"Shea, hancurkan semua senjata para pengawal"
"Eh"
"Hanya untuk mengintimidasi. Tidak perlu membunuh siapa pun kecuali Irina. Setelah itu, kamu harus pergi ke titik pertemuan sebelumnya"
"──Dimengerti"

Shea membungkuk hormat.

Kemudian dia menghunus pedangnya dan bersiap-siap.
Bilahnya terbungkus aura hitam.
Skill [Dissection] bersemayam di pedangnya.

"Kalian semua!"
"Apa yang ingin kau lakukan kepada Saintess-sama!"

Dengan segera para ksatria pengawal berdiri di depan Irina.

"Jika mereka semakin dekat, Skillku akan membunuh mereka. Selesaikan mereka sebelum hal itu terjadi, bisakah kamu melakukannya?"
"Sesuai perintah Anda, Chrome-sama"

Dia benar-benar ksatriaku yang kompeten, Shea itu.

"Kalian semua, minggir."

Mengatakan itu dan ksatria perempuan [Subordinate]-ku menerobos.

Dia menutup jarak dengan para pengawal dengan kecepatan hampir subsonik.
Sayap energi hitam tumbuh di kedua kakinya.

Dengan kekuatan [Darkness], dia memiliki kemampuan [Dissection] dengan pedang dan bergerak dengan [Acceleration].
Shea, yang bisa disebut sebagai ksatria super, menyelinap melalui pengawal dalam sekejap.

Pedang para Ksatria Suci dipotong bersih dari pegangannya sekejap.

"Apa ...!?"

Mereka berdiri tertegun.
Bilah pedang terbang ke arahku berputar,

Bash~...!

Begitu memasuki kisaran [Fixed Damage], bilah-bilah itu menghilang bagai debu.

"Seperti yang kau lihat, Jika kau berada dalam jarak 10 meter dariku, kau akan hancur. Kalian semua sama-sama memusuhiku."

Aku melihat pengawal sekitar.

"Ugh...."
"A, apa-apaan orang-orang ini ...!?"
"M, monster ...?!?"

Mereka mundur tertekan.

"Jangan mendekat jika kalian masih menghargai hidup kalian."

Mengatakan itu, aku melihat ke Shea.

"Lakukan seperti yang kita rencanakan. Aku akan menyusulmu nanti."
"Ya"

Dia mengangguk dan mendekati Irina.

"Kyaaa~..."

Saintess itu berteriak.

Shea bergerak ke belakangnya dengan sangat cepat dan menahannya.
Menekan bilah pedangnya ke lehernya,

"Jika kau melakukan sesuatu yang aneh, apa yang akan terjadi selanjutnya..... kau tahu persis, kan?"
"Ugh......"


Irina menegang dan mengangguk.

Shea akan memotong lehernya sebelum dia mencoba menggunakan mantra non-rapalan.
Dengan perlawanan Irina tersegel, Shea pergi dari kerumunan.

"Kalian juga. Jika kalian mendekat, kematian kan menanti. Lebih baik lari segera."

Aku menyatakannya kepada kerumunan.

Jika mereka melihat bilah-bilah pedang itu lenyap oleh [Fixed Damage] sebelumnya, jelas bahwa "Jika kamu mendekat, kamu akan mati" bukan hanya ancaman.
Segera, kerumunan itu lari seperti anak-anak laba-laba yang berserakan.



Shea melarikan Irina kabur dengan kuda yang sudah disiapkan.
Dan aku memulai dengan kuda sedikit terlambat, sambil mengendalikan ksatria pengawal dengan skill-ku.

Kami berlari selama puluhan menit dan sampai pada tempat yang telah kami rencanakan sebelumnya.

Itu adalah gereja tua yang ditinggalkan.

Sungguh ironis bahwa gereja Ralpha adalah tempat untuk penghakiman seorang Saintess keagamaan Ralpha.

"Tidak ada yang akan mengganggu disini"

Aku memasuki gereja.

Shea dan Irina berada di depan altar di bagian terdalam gereja.
Aku menghadapinya sekitar 15 meter darinya.

"A, apa yang sebenarnya akan kalian lakukan padaku ...!"

Suaranya gemetar.

"Kau, Siapa kau, apa tujuanmu?"
"Aku? Siapa aku, apa kau tidak mengenaliku?"

Aku perlahan melepas topengku.
Untuk pertama kalinya dalam dua tahun, dia menghadapi mantan kekasihnya.

Mataku dan Irina saling pandang.

Beberapa saat keheningan.

Ada perasaan bahwa udara secara bertahap menjadi lebih berat, lebih dingin, dan lebih terkonsentrasi.

"Tidak mungkin"

Irina menahan nafas.

"Tidak mungkin, kau──"

Suaranya bergetar dan memudar.

"Chrome...!? Tidak mungkin, tapi kau waktu itu..."
"Aku masih hidup. Berkat kalian semua, aku telah mendapatkan 'kekuatan'. Aku harus menanggung dendam dan membakar kebencian."

Menanggung keputusasaan dan balas dendam.

"Sekarang, waktunya untuk penghakiman──Saintess-sama."

"Chrome, kumohon ...... jangan lakukan hal yang buruk"

Ucap Irina dengan suara gemetar.
Shea menekankan pedangnya ke lehernya, menghalangi gerakannya.

"Tolong, dengarkan ....."
"Baik, ayo dengar ceritamu."
"Chrome....?"
"Pertama-tama, katakan sejujurnya, kenapa aku dipilih untuk dikorbankan. Kau berjanji untuk menikah denganku hari itu."
"I, itu ..."

Wajah Irina menjadi pucat.

"Kau mengerti efek dari skill-ku, kan? Aku juga telah membunuh Riot."
"...!"
"Kau adalah pendeta tingkat tinggi. Kau bisa merasakan [Kegelapan] yang aku miliki, kan?"

Aku menatapnya.

"Irina, aku mengizinkanmu menggunakan mantra penginderaan, tapi jika itu mantra lain, aku akan segera membunuhmu."

Mataku menatap tajam Saintess ini.

"... A, aku mengerti."

Irina merapal mantra penginderaan pendeta.
Itu untuk mengukur kebencian, keputusasaan, dan [Kegelapan] dalam diriku.

"Ini...!?"

Segera, darah mengering dari wajah Irina (memucat).


~"(This is a Translation Content of pemudatunawisata.my.id. so, read only on my site)"~

[Akhir Bab]


Terima kasih telah membaca disini
Bila ada salah-salah kata, dsb. bisa beritahu di komentar.

Terima Kasih Telah Singgah!
πŸ˜πŸ‘

Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa komentar
Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mendukung


If you'd like to and wouldn't mind,
you could support, or sawer, or traktir me on:

Post a Comment

0 Comments

At a certain time, there are creatures that walk by two feet. These creatures can be divided into two by gender. These creatures are surprisingly able to pick something using things called hands.
And on a certain day, two of these creatures meet.

"Halloo~ I am Bujangga, ndesu! Nice to meet you!"
"Y, yes. Nice to meet you too, I am Fuurawan."
"Fuurawan-chan ka? Ii no namae."
"S, sangkyu."

The two greet each other due of their faces are facing each other.
They speak, breathe, blink, sweat, and so.
And after a long time passes,

 "!?"
"Kyaa~ Bujang-kyun."
"Daijoubu ka? Fuurawan-chan."
"D, daijoubu... desu."
"Mmm."
"Doushita no?"
"Fuurawan-chan no kaori, suuuuggoku WANGY, hmmmmmppppsshhh ahhhh wangyyyy."
"Mou~ Bujang-kyun no eccchi~."

On a certain day, these two meet and have lunch because they are hungry.
The boy orders fried rice while the girl orders a serve of seasoned rice being processed by frying.
For the drinks, the boy orders hot chocolate while the girl orders a cup of chocolate that has not been cold yet.
They eat their food.
They also feed some spoons with each other.
They then having a leisure exchange.

"Ikeh, yaru?"
"Damee~"
"Ikeh!"
"..."
"Ikeh, tanoshii, kimochii, ore, ganbarimasu!!!"
"Mouu~"
"Dame ka?"
"..."
"Dame nanoka."
"Ee, haayaakuuu~"

The two of them are having exercise, training, and workout, then.
When they finished, then they restarted.
And when they finished, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

On the other occasion,
On a day that is not a night.
That day the sun is shining brightly because it's a day and 12:00 o'clock.
The day is bright and the sun has not been set yet.
The breeze can be felt due to the air is flowing.
As he is breathing, a certain boy is approaching a girl.

"Yaa, kitten-chan, can I have your namae?"
"S, su, suteki~. Ah, hai. Fuurawan desu."
"Fuurawan-chan, huh. What a kirei no namae. By the way, watashi no namae is Badz Zheengan. Watashi wa Son of a Beach. Watashi came from The Pangea Selatan. Diligent in setsuyaku. Ketsueki type is I, I for Ikkehmen. Watashi no hobby wa breathing. Yoroshiku."
"Yoroshiku, Badz Zheengan-san."
"Fuurawan-chan, watashi no yubi to kimi no chawan, let's have made karera meet and unite."
"Hai."
"Watashi-tachi will have much tanoshi."

They have a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok.
When they have done of their a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok, then they re-doing again.
When they finished again, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

"Fuurawan-chaaannn!!! Ikanaide!!!!."
"Gomen ne, Bujang-kun."
"Dameee, Fuurawan-chaannnn!!!"
"Sayonara, Bujang-kun."