Tearmoon Empire Story I - Bab 50

Settings:
Tearmoon Empire Story (WN)
Lakon 1 - Tuan Putri Yang Terpancung


Src: https://ncode.syosetu.com/n8920ex/52




50 - Rekan baca


――Fufufu, nampaknya dirinya sesuai dengan apa yang diriku duga.

Setelah menyimak ceritera Chloe, Mia terkekeh dalam hati.
Alasan mengapa Mia memutuskan untuk menyapanya adalah karena ia merasa kasihan padanya yang tampak selalu dalam kesendirian dan kesepian.... tidak, bukan itu.
Alasannya hanyalah karena ia melihat bahwa dia selalu membaca buku sendirian selama sesi istirahat.
Ya.... Mia menginginkannya. Seorang rekan baca, seorang teman yang dapat dia ajak untuk berdiskusi perihal isi buku yang ia baca....


Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!


Hari itu, Mia berbaring tertelungkup di tempat tidur di ruangannya sambil membaca naskah yang dikirimkan padanya dari Elise, saudari Anne.

――Waah, sungguh sangatlah menarik untuk sekali lagi membaca kisah ini!

Jalan ceritanya masih sejauh yang Mia ketahui, akan tetapi rincinya sedikit berbeda dari apa yang pernah diceritakan Anne padanya, itu menyegarkan baginya.
Mia bersenandung dalam suasana hati yang baik sambil menyangga pipinya bertumpu ditangannya dan mengayunkan-ayunkan kakinya.
Sikap itu adalah sikap yang tidak patut yang tidak diharapkan dari seorang putri, akan tetapi Anne, tidak menegur maupun mengambil perhatian akan sikap tersebut.
Dia ingin Mia merasa sebebas dan sesantai mungkin di dalam ruangannya sendiri, karena dia biasanya selalu berada dibawah tekanan.
Tindakan itu adalah apa yang disebut sebagai "Memanjakan".
Ketika Mia rampung membaca naskah itu, ia menghela nafas dengan penuh kepuasan.

"Terima kasih, Anne. Sekali lagi, diriku sungguh menikmatinya."

Mia memiringkan kepalanya sambil menyerahkan kembali naskah itu.

"Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan keluargamu? Apakah Elise baik-baik saja?"

Bagi Mia, kisah dalam naskah tersebut sangatlah memuaskan. Ia perlu untuk Elise tetap dalam kondisi sehat agar dia segera menyelesaikannya.

"Terima kasih banyak atas perhatian anda. Nampaknya dia baik-baik saja dan sehat."

Anne tersenyum pada Mia, wajahnya yang ceria tidak tampak seolah ia menyembunyikan sesuatu.

"Senang mendengarnya, Jika sesuatu terjadi, langsung segera beritahukan pada diriku, baik? Bagaimanapun, Elise adalah pegawai diriku."

Setelah mengucapkan kalimat itu pada Anne, Mia,

"Namun, ini sungguh sangat disayangkan. Hanya diriku dan Anne-lah satu-satunya yang membaca naskah ini......"

Mia menghela nafas.
Jika seseorang menemukan buku yang menarik, adalah suatu kewajaran untuk memiliki keinginan akan membicarakan buku itu dengan orang lain. Itulah apa yang dikatakan sebagai hikayat kutu buku.
Pada poin itu, Mia berharap ia bisa melakukannya bersama dengan Anne, namun sanyangnya, Anne tampaknya tidak terlalu tertarik dengan ragam kisah semacam ini.
Dia masih membacanya, namun, itu dikarenakan oleh kisah ditulis oleh saudarinya sendiri. Tetapi tampaknya, dia tidak terlalu menikmati kisah itu.

――Bicara akan hal itu, rincinya sangat berbeda dibandingkan dengan yang diriku dengar sewaktu di dungeon, dan Anne, diriku ingin tahu, apakah dirimu membacanya dengan benar?

Namun, sisinya juga menolak gagasan untuk merekomendasikan naskah ini pada para kroninya.
Ia yakin bahwa mereka hanya akan memuji dan membesar-besarkan saja dan tidak akan membicarakannya dalam ranah apa yang Mia inginkan.

――Kiranya, siapakah orang yang tepat.....?

Saat Mia memikirkan akan hal itu, Mia bertemu dengan Chloe, seorang pecinta buku yang tiada duanya, dia selalu membaca setiap kali sesi istirahat berlangsung.

――Dirinya bahkan sama sekali tampak tidak memiliki minat untuk bicara dengan teman-teman sekelas, dan hanya menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk membaca, pastinya dirinya menyukai segala ragam buku!

....Sebenarnya, Chloe membaca buku dikarenakan dia merasa canggung sendirian, dia sama sekali bukan sorang kutu buku seperti yang dibayangkan dalam benak Mia.

"Maukan dirimu berteman dengan diriku?"
"......Eh?"

Chloe hanya dapat berkedip dalam kebingungan.

"U, ummm..... itu, me...mengapa harus saya?"

Chloe semakin bingung.
Hal itu karena tanpa tahu kenapa, ia mendapatkan ajakan berteman semacam itu.
Dan bagaimanapun, sosok di depannya ialah seorang Tuan Putri dari Kekaisaran yang masyhur dan memiliki kekuatan besar. Selain itu, sosok di depannya pula memiliki jaringan yang luar biasa.
Pangeran Shion, Pangeran Abel, lalu para pangeran lain yang menarik perhatian para gadis, dan bahkan tokoh penting di akademi seperti Sang Putri Duke, Rafina.
Chloe tidak menemukan alasan apapun untuk sosok yang besar itu untuk menggapai seorang rendah seperti dirinya.
Tidak, ada satu-satunya alasan yang mampu ia pikirkan.
Dan itu adalah, karena dia merasa kasihan padanya.

――Dia melakukan ini karena dia merasa kasihan padaku yang selalu sendirian, seperti itu ya?

Chloe memiliki duagaan semacam itu karena sosok didepannya dikenal pula sebagai "Dara Suci dari Kekaisaran", pastinya ia adalah sosok yang penuh akan welas asih.
Tapi....

――Jika seperti itu, maka.... Aku tidak mau.

Dia merasa bahwa itu adalah sesuatu yang menyedihkan.... Jadi,

"Itu karena dirimu tampaknya adalah seorang pecinta buku. Dan sebenarnya, diriku memiliki seseuatu yang ingin sekali orang seperti dirimu baca."

Chloe bingung atas jawaban tak terduga dari Mia.

"Jadi, jikalau dirimu tidaklah keberatan, diriku bertanya-tanya, kiranya apakah dirimu bersedia untuk menjadi teman dan rekan baca diriku?"


Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!


Tidak sampai satu dekade kemudian, Chloe mengambil alih kongsi dagang keluarganya dan mengalihkan fokus utama perniagaannya pada penerbitan buku, dan mendirikan perusahaan penerbitan besar yang berskala multi-nasional.
Semua buku yang diterbitkan dari sana terjual dengan laris manis, akan tetapi yang paling terkenal ialah buku-buku yang dipersembahkan oleh teman se-angkatannya, Tuan Putri dari Kekaisaran, Mia Luna Tearmoon.



~"(This is a Translation Content of pemudatunawisata.my.id. so, read only on my site)"~

[Akhir Bab]


Terima kasih telah membaca disini
Bila ada salah-salah kata, dsb. bisa beritahu di komentar.

Terima Kasih Telah Singgah!
πŸ˜πŸ‘

Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa komentar
Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mendukung


Tanya nih: Perlu ngga sih Proyek Fixed Damage yang bahasa inggris di alih-bahasa-in bahasa indonesia???? πŸ˜…πŸ˜‚


If you'd like to and wouldn't mind,
you could support, or sawer, or traktir me on:

Post a Comment

0 Comments

At a certain time, there are creatures that walk by two feet. These creatures can be divided into two by gender. These creatures are surprisingly able to pick something using things called hands.
And on a certain day, two of these creatures meet.

"Halloo~ I am Bujangga, ndesu! Nice to meet you!"
"Y, yes. Nice to meet you too, I am Fuurawan."
"Fuurawan-chan ka? Ii no namae."
"S, sangkyu."

The two greet each other due of their faces are facing each other.
They speak, breathe, blink, sweat, and so.
And after a long time passes,

 "!?"
"Kyaa~ Bujang-kyun."
"Daijoubu ka? Fuurawan-chan."
"D, daijoubu... desu."
"Mmm."
"Doushita no?"
"Fuurawan-chan no kaori, suuuuggoku WANGY, hmmmmmppppsshhh ahhhh wangyyyy."
"Mou~ Bujang-kyun no eccchi~."

On a certain day, these two meet and have lunch because they are hungry.
The boy orders fried rice while the girl orders a serve of seasoned rice being processed by frying.
For the drinks, the boy orders hot chocolate while the girl orders a cup of chocolate that has not been cold yet.
They eat their food.
They also feed some spoons with each other.
They then having a leisure exchange.

"Ikeh, yaru?"
"Damee~"
"Ikeh!"
"..."
"Ikeh, tanoshii, kimochii, ore, ganbarimasu!!!"
"Mouu~"
"Dame ka?"
"..."
"Dame nanoka."
"Ee, haayaakuuu~"

The two of them are having exercise, training, and workout, then.
When they finished, then they restarted.
And when they finished, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

On the other occasion,
On a day that is not a night.
That day the sun is shining brightly because it's a day and 12:00 o'clock.
The day is bright and the sun has not been set yet.
The breeze can be felt due to the air is flowing.
As he is breathing, a certain boy is approaching a girl.

"Yaa, kitten-chan, can I have your namae?"
"S, su, suteki~. Ah, hai. Fuurawan desu."
"Fuurawan-chan, huh. What a kirei no namae. By the way, watashi no namae is Badz Zheengan. Watashi wa Son of a Beach. Watashi came from The Pangea Selatan. Diligent in setsuyaku. Ketsueki type is I, I for Ikkehmen. Watashi no hobby wa breathing. Yoroshiku."
"Yoroshiku, Badz Zheengan-san."
"Fuurawan-chan, watashi no yubi to kimi no chawan, let's have made karera meet and unite."
"Hai."
"Watashi-tachi will have much tanoshi."

They have a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok.
When they have done of their a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok, then they re-doing again.
When they finished again, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

"Fuurawan-chaaannn!!! Ikanaide!!!!."
"Gomen ne, Bujang-kun."
"Dameee, Fuurawan-chaannnn!!!"
"Sayonara, Bujang-kun."