Tearmoon Empire Story I - Bab 42

Settings:
Tearmoon Empire Story (WN)
Lakon 1 - Tuan Putri Yang Terpancung


Src: https://ncode.syosetu.com/n8920ex/44




42 - Manuver rahasia sang pelayan - Akhir


Keithwood menyerahkan secarik kertas kepada Tiona, yang sekarang telah berbusana bagus.

"Saya minta maaf, Nona Rudolfon. Bersediakah anda menghantarkan secarik kertas ini kepada Yang Mulia Shion?"
"? Ya, Saya mengerti."

Dengan anggukan kecil, Tiona menuju aula pesta.


Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!


Tiona datang terlambat ke ruang pesta dansa.
Tapi tidak ada yang memperhatikan kehadirannya, Karena, hanya barusan, tarian Mia dan Shion baru saja usai.
Tarian mereka begitu memukau sehinggan membuat seisi aula pesta memandang mereka dengan terpana, sehingga Tiona dapat memasuki aula dansa tanpa menarik perhatian.
Seusai menari, Shion segera dikelilingi oleh beberapa gadis. Butuh keberanian untuk menuju kesana, namun.....

――Karena semuanya telah membawaku kesini sampai titik ini.

Memantapkan tekad, Tiona berjalan menuju Shion.

"Ummm...."
"Oh ya, Anda, kalau tidak salah...."
"Nama saya Tiona Rudolfon, Yang Mulia Shion. Umm, Tuan Keithwood telah menitipkan ini pada saya...."
"Hnn? Maaf sebentar."

Beranjak dari para gadis yang mengelilinginya, Shion melihat catatan pada secarik kertas itu. Terdapat ringkasan tentang kejadian yang terjadi beserta pelakunya.
Juga disebutkan kemungkinan keterlibatan Mia, dengan pengantar bahwa itu untuk berjaga-jaga.

――Dasar Keithwood itu, dia begitu berhati-hati.

Shion tidak mampu untuk menahan tawa.
Tugas Keithwood adalah untuk memperluas wawasannya dengan menunjukkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak disadari Shion. Dia harus ekstra hati-hati mengamati seseorang yang tuannya, Shion, miliki minat padanya.
Mungkin dia tidak terlalu mencurigai keterlibatan Mia.

――Atau lebih tepatnya, dia adalah tipe orang yang melakukan sesuatu yang dia suka.

Namun demikian, dia tidak akan membiarkan perasaan pribadinya menghalanginya dan hanya mencoba memberikan materi untuk dipertimbangkan Shion lebih seperti pekerja keras daripada seseorang yang unggul.

――Walau demikian....

Sekali lagi, Shion teringat akan sikap Mia sebelumnya.
Mungkin Mia sudah memperhatikan keberadaan Tiona selama dansa mereka sebelumnya.
Dan dia telah mendapatkan gambaran tentang apa yang terjadi dalam sekejap, dan dia telah meninggalkan Tiona pada Shion sebagai penggantinya supaya setidaknya dia bisa menikmati pesta ini.
Biasanya, itu akan menjadi Mia sendiri yang akan mengulurkan tangannya. Namun, dalam kasus tarian dansa, cara tercepat adalah memiliki pasangan dansa laki-laki yang mengelolanya.

――Yang layak denganku....., dengan kata lain, ada seseorang yang membutuhkan bantuanku, kan?

Jika dia dimintai tolong seperti itu, maka Shion tidak mungkin bisa untuk menolaknya.

――Tetapi, kata layak itu, bukankah itu memiliki artian yang sedikit berbeda?

Shion hanya tersenyum kecil mengingat apa yang dikatakan Mia sebelumnya.
Dia merasa dia telah menemukan sedikit kelemahan dari sosok Mia yang nampak begitu sempurna.

"Ummm, Pangeran Shion?"
"Hnn? Ah, maaf, mohon maaf. Nona Rudolfon, Kiranya maukah anda berdansa dengan saya?"

Dengan demikian, malam pesta dansa terus berjalan.


Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!


Hari berikutnya....
Mia bangun dengan perasaan yang menyenangkan.
Semalam, setelah memeras banyak kekuatannya dalam berdansa, dia menjatuhkan dirinya pada tempat tidur empuk dan tidur nyenyak sampai pagi hari.
Kesempurnaan tidur nyenyak. Pagi yang begitu menyegarkan, dan dia merasa begitu lega.
Bersenandung riang, dia bertanya-tanya kiranya apa sarapan yang akan disajikan pagi ini....? Lalu Mia datang ke ruang makan dengan sikap riang.
Kemudian dia mengambil tempat duduk dan melihat Anne pergi untuk mengambil makanan....

――Oh?

Dia melihat sosok seseorang mendekati Anne. Dia adalah sosok pria muda dengan wajah tak kenal takut. Fakta bahwa dia mengnakan seragam pelayan pria menunjukkan bahwa dia adalah petugas dari seorang siswa. Sikapnya elegan dan terpuji, dan dia bisa dikatakan sebagai sosok yang menarik.
Jika dia hanya seorang pria tampan, Mia tidak masalah.
Mungkin Anne telah menemukan seseorang yang layak? Jika begitu diriku akan bersorak mendukungnya.
Namun....... jika itu adalah petugas dari musuh besarnya, Pangeran Shion, maka itu akan menjadi cerita yang berbeda.
Terlebih, seorang gadis yang berada di sampingnya bahkan lebih bermasalah. Seorang gadis dengan karakteristik ras minoritas di Kekaisaran itu tidak diragukan lagi adalah pelayan Tiona Rudolfon, Liora.
Pada garis waktu sebelumnya, dia mengarahkan panah kepadanya dengan mata penuh kebencian dan itu menjadi pengalaman yang masih membekas dalam benak Mia dan tidak akan pernah hilang.

――K, ke, kenapa Anne mengobrol dengan orang-orang itu begitu akrabnya!


Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!


Mia bertanya pada Anne mengenai apa yang terjadi ketika dia kembali.

"Aku berencana memberitahu anda nanti, namun...."

Laporan Anne dimulai dengan sikap malu-malu. Ketika dia selesai mendengarkan semua laporan itu...

"..........."

Mia membeku. Tubuh mungilnya perlahan-lahan miring dan semakin miring....

"Kyaaaaa! Putri Mia!"

Mia langsung jatuh ke samping apa adanya.
Kulitnya pucat layaknya cahaya bulan.



~"(This is a Translation Content of pemudatunawisata.my.id. so, read only on my site)"~

[Akhir Bab]


Terima kasih telah membaca
Bila ada salah-salah kata, dsb. bisa beritahu di komentar.

Terima Kasih Telah Singgah!
πŸ˜πŸ‘

Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa komentar


If you'd like to and wouldn't mind,
you could support, or sawer, or traktir me on:

Post a Comment

0 Comments

At a certain time, there are creatures that walk by two feet. These creatures can be divided into two by gender. These creatures are surprisingly able to pick something using things called hands.
And on a certain day, two of these creatures meet.

"Halloo~ I am Bujangga, ndesu! Nice to meet you!"
"Y, yes. Nice to meet you too, I am Fuurawan."
"Fuurawan-chan ka? Ii no namae."
"S, sangkyu."

The two greet each other due of their faces are facing each other.
They speak, breathe, blink, sweat, and so.
And after a long time passes,

 "!?"
"Kyaa~ Bujang-kyun."
"Daijoubu ka? Fuurawan-chan."
"D, daijoubu... desu."
"Mmm."
"Doushita no?"
"Fuurawan-chan no kaori, suuuuggoku WANGY, hmmmmmppppsshhh ahhhh wangyyyy."
"Mou~ Bujang-kyun no eccchi~."

On a certain day, these two meet and have lunch because they are hungry.
The boy orders fried rice while the girl orders a serve of seasoned rice being processed by frying.
For the drinks, the boy orders hot chocolate while the girl orders a cup of chocolate that has not been cold yet.
They eat their food.
They also feed some spoons with each other.
They then having a leisure exchange.

"Ikeh, yaru?"
"Damee~"
"Ikeh!"
"..."
"Ikeh, tanoshii, kimochii, ore, ganbarimasu!!!"
"Mouu~"
"Dame ka?"
"..."
"Dame nanoka."
"Ee, haayaakuuu~"

The two of them are having exercise, training, and workout, then.
When they finished, then they restarted.
And when they finished, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

On the other occasion,
On a day that is not a night.
That day the sun is shining brightly because it's a day and 12:00 o'clock.
The day is bright and the sun has not been set yet.
The breeze can be felt due to the air is flowing.
As he is breathing, a certain boy is approaching a girl.

"Yaa, kitten-chan, can I have your namae?"
"S, su, suteki~. Ah, hai. Fuurawan desu."
"Fuurawan-chan, huh. What a kirei no namae. By the way, watashi no namae is Badz Zheengan. Watashi wa Son of a Beach. Watashi came from The Pangea Selatan. Diligent in setsuyaku. Ketsueki type is I, I for Ikkehmen. Watashi no hobby wa breathing. Yoroshiku."
"Yoroshiku, Badz Zheengan-san."
"Fuurawan-chan, watashi no yubi to kimi no chawan, let's have made karera meet and unite."
"Hai."
"Watashi-tachi will have much tanoshi."

They have a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok.
When they have done of their a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok, then they re-doing again.
When they finished again, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

"Fuurawan-chaaannn!!! Ikanaide!!!!."
"Gomen ne, Bujang-kun."
"Dameee, Fuurawan-chaannnn!!!"
"Sayonara, Bujang-kun."