Tearmoon Empire Story I - Bab 54

Settings:
Tearmoon Empire Story (WN)
Lakon 1 - Tuan Putri Yang Terpancung


Src: https://ncode.syosetu.com/n8920ex/56





54 - Keithwood pun berdiri bulu kuduknya


Shion Saul Sankland mengayunkan pedangnya di tempat latihan.
Ilmu berpedangnya yang tajam, telah sampai pada ranah yang bahkan para prajurit dewasa tidak mampu mencapainya.
Tepat setelah ia melepaskan tebasan menyampingnya dengan langkah yang tajam, ia mendengar suara tepuk tangan.

"Anda telah penuh semangat sejak pagi bukan, Yang Mulia Pangeran."
"Keithwood ya, kamu masih sebaik biasanya dalam menyembunyikan keberadaanmu itu. Aku penasaran siapa gerangan yang datang dari sana."

Mengambil jeda rehat dengan kemunculan pengawal pribadinya, Shion meletakkan pedang latihannya dan menyeka keringat di wajahnya. Keringat yang berbaur dengan rambut halusnya berkilau memantulkan sinar mentari.
Keithwood membuka mulutnya, membayangkan bahwa banyak gadis akan terpesona dengan sosok Shion seperti ini saat ini.

"Jadi, sudahkah anda memutuskan siapa yang anda akan terima perihal kotak bekal makan siang?"
"Aku tidak berencana menerima dari siapapun."

Namun, jawaban dari si pangeran atas pertanyaan tiba-tibanya itu hanyalah jawaban singkat.
Pangeran Shion telah menerima banyak undangan makan siang dari lusinan gadis. Namun, Shion dengan sopan telah menolak mereka semua.

"Oh ya, apakah itu artinya, anda menginginkan kotak bekal buatan tangan saya."

Atas tanggapan sembrono Keithwood, Shion membalas dengan senyuman jahat disertai seringai.

"Kurasa begitu. Aku ingin sekali sesekali mencicipi hidangan yang diramu olehmu. Kamu dulu sering memasak untukku bukan?"

Shion telah ditanamkan pendidikan kerajaan sejak masa kanak-kanaknya, dan bahkan asupan makanannya dijaga dengan ketat.
Shion yang cerdas dan berpengetahuan luas, tidak pernah sekalipun mengeluh tentang makanannya yang hambar diluar, tapi ia sering mengeluhkannya pada sahabatnya, Keithwood.
Jadi Keithwood menyelinap ke dapur pada malam hari untuk memasak lalu menghidangkannya pada Shion.
Dan sebagai hasilnya, ia memiliki kenangan indah tentang Shion yang menderita sakit gigi dan mereka berdua dimarahi.

"Saya ini melakukannya hanya sekadar untuk niatan baik belaka, namun rasanya anda telah terlalu banyak mengeluh..."
"Tentu saja, bagaimanapun aku adalah pangeran dari negara besar, bukan? Aku selalu teliti akan hal cita rasa."

Tanggap Shion dengan senyum lelucon.

"Baiklah, mari kita simpan leluconnya untuk nanti. Kamu telah membuat pengaturannya, bukan?" (PTW/N: ini dialog pasnya bagiannya Shion, tapi kok juga terasa punya Keithwood ya...)

Shion tidak ingin menerima undangan makan siang dari siapapun. Gelar Pangeran Pertama Kerajaan Sankland yang ia tanggung memiliki terlalu besar pengaruh.
Jika ia dengan bebasnya berteman dengan seseorang, itu mungkin saja akan merugikan negaranya di kemudian hari.

――Ya ampuun~, apa yang ia pikirkan sebenarnya, Tuanku ini.

Sambil menghela nafas, Keithwood mengangkat bahunya.

――Yah, pikiran itu tidaklah salah, tapi kurasa tidak apa-apa baginya untuk bersantai sejenak.

Shion adalah anak laki-laki yang memasuki masanya. Sama seperti waktu ia mengeluh akan keinginan menyantap hidangan yang lezat, saat ini, bukankah ia juga merasa kesepian bahwa ia tidak dapat menerima undangan makan siang dari siapapun?

"Aku mendengar kamu mengatakan sesuatu?"
"Tidak tidak, perasaan anda saja mungkin."

Sambil melambaikan tangannya, Keithwood meninggalkan tempat latihan.


Ini adalah konten terjemahan yang diterjemahkan di pemudatunawisata.my.id, jadi pastikan membaca dari sini ya!


"......Tetapi, hanya ada sejumlah kecil saja orang yang dapat bergaul dengan Yang Mulia Shion."

Kandidat pertama yang terlintas dalam benaknya adalah sosok Tuan Putri Kekaisaran Tearmoon, negara besar yang setara dengan Sankland.

"Kurasa, bahwa jika Putri Mia-lah yang mengundang, Yang Mulia Shion tidak akan menolak...."

Namun sayangnya, Tuan Putri yang bijak itu telah berjanji untuk menghadiahkan kotak bekal pada Pangeran Abel. Keithwood tidak bisa mengerti, mengapa ia begitu tertarik pada Pangeran Abel.

"Ah, Keithwood, sungguh suatu kebetulan untuk dapat berjumpa di tempat seperti ini."

Keithwood terhenti tiba-tiba, lalu berbalik."

"Wah, bukankah anda putri Count Rudolfon."

Tiona Rudolfon, putri dari seorang Count di Kekaisaran Tearmoon yang menyapanya.

"Apakah ada hal yang kiranya dapat saya bantu?"
"Eee, sebenarnya...."

Mendengar ceritanya, Keithwood meringis dalam hati.

――Paduan dari tiga sosok, satu adalah putri dari bangsawan tingkat rendah, kemudian yang satunya adalah putri dari saudagar yang memperoleh gelar kebangsawanan. Lalu, orang yang akan dihadiahi, ya.

Tentunya, jika seperti ini, maka akan menyelamatkan Shion dari rumor buruk bahwa ia jatuh cinta dengan gadis tertentu atau hal semacamnya. Terlebih, dengan ini pula, masih tersampaikan dengan jelas akan niatan persahabatan dari Putri Mia.

――Seperti yang apat diharapkan dari seorang Tuan Putri Mia.

Perencanaan berlapis ganda, bukan, tetapi berlapis tiga.
Begitu, Keithwood terkesan akan Kebijaksanaan Kekaisaran yang tidak pernah mengkhianati harapannya, namun......
Tiba-tiba, bulu kuduknya... merinding.
Sesuatu yang dingin menjalar melalui tengkuknya. Rasa dingin itu, seperti yang orang katakan, tanda peringatan bahaya.
Entah bagaimana, nampaknya krisis besar akan menimpa tuanku..... Ia memiliki firasat bahwa jika ia menganggukkan kepala disini dan saat ini juga, Kejuaraan Berpedang akan berada dalam masalah serius.
Ia tidak bisa merasakan perasaan negatif apapun dari Tiona, yang tersenyum didepannya. Tetapi,

――Untuk saat ini, ini hanya untuk mengamati situasinya saja, baik?

Merasakan akan bahaya mengerikan yang akan menimpa kesehatan tuannya, Keithwood memutuskan untuk bergabung dalam pasukan memasak Mia.
Keputusan bijaknya telah memberi kontribusi luar biasa untuk melindungi kondisi fisik Pangeran Shion dan Pangeran Abel. Itu adalah fakta yang bahkan tidak disadari oleh mereka yang terlibat.



~"(This is a Translation Content of pemudatunawisata.my.id. so, read only on my site)"~

[Akhir Bab]


Terima kasih telah membaca disini
Bila ada salah-salah kata, dsb. bisa beritahu di komentar.

Terima Kasih Telah Singgah!
πŸ˜πŸ‘

Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa komentar
Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mendukung (Dana/GoPay/Saweria)


If you'd like to and wouldn't mind,
you could support, or sawer, or traktir me on:

Post a Comment

0 Comments

At a certain time, there are creatures that walk by two feet. These creatures can be divided into two by gender. These creatures are surprisingly able to pick something using things called hands.
And on a certain day, two of these creatures meet.

"Halloo~ I am Bujangga, ndesu! Nice to meet you!"
"Y, yes. Nice to meet you too, I am Fuurawan."
"Fuurawan-chan ka? Ii no namae."
"S, sangkyu."

The two greet each other due of their faces are facing each other.
They speak, breathe, blink, sweat, and so.
And after a long time passes,

 "!?"
"Kyaa~ Bujang-kyun."
"Daijoubu ka? Fuurawan-chan."
"D, daijoubu... desu."
"Mmm."
"Doushita no?"
"Fuurawan-chan no kaori, suuuuggoku WANGY, hmmmmmppppsshhh ahhhh wangyyyy."
"Mou~ Bujang-kyun no eccchi~."

On a certain day, these two meet and have lunch because they are hungry.
The boy orders fried rice while the girl orders a serve of seasoned rice being processed by frying.
For the drinks, the boy orders hot chocolate while the girl orders a cup of chocolate that has not been cold yet.
They eat their food.
They also feed some spoons with each other.
They then having a leisure exchange.

"Ikeh, yaru?"
"Damee~"
"Ikeh!"
"..."
"Ikeh, tanoshii, kimochii, ore, ganbarimasu!!!"
"Mouu~"
"Dame ka?"
"..."
"Dame nanoka."
"Ee, haayaakuuu~"

The two of them are having exercise, training, and workout, then.
When they finished, then they restarted.
And when they finished, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

On the other occasion,
On a day that is not a night.
That day the sun is shining brightly because it's a day and 12:00 o'clock.
The day is bright and the sun has not been set yet.
The breeze can be felt due to the air is flowing.
As he is breathing, a certain boy is approaching a girl.

"Yaa, kitten-chan, can I have your namae?"
"S, su, suteki~. Ah, hai. Fuurawan desu."
"Fuurawan-chan, huh. What a kirei no namae. By the way, watashi no namae is Badz Zheengan. Watashi wa Son of a Beach. Watashi came from The Pangea Selatan. Diligent in setsuyaku. Ketsueki type is I, I for Ikkehmen. Watashi no hobby wa breathing. Yoroshiku."
"Yoroshiku, Badz Zheengan-san."
"Fuurawan-chan, watashi no yubi to kimi no chawan, let's have made karera meet and unite."
"Hai."
"Watashi-tachi will have much tanoshi."

They have a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok.
When they have done of their a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok, then they re-doing again.
When they finished again, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

"Fuurawan-chaaannn!!! Ikanaide!!!!."
"Gomen ne, Bujang-kun."
"Dameee, Fuurawan-chaannnn!!!"
"Sayonara, Bujang-kun."