Tearmoon Empire Story I - Bab 57

Settings:
Tearmoon Empire Story (WN)
Lakon 1 - Tuan Putri Yang Terpancung


Src: https://ncode.syosetu.com/n8920ex/59



57 - Selesai! Roti lapis wujud kuda!


Pagi hari hari Kejuaraan Berpedang berlangsung.
Persiapan meramu bekal roti lapis dimulai dibawah pengawasan ketat dari Keithwood.

"Kalau begitu Nona Liora, anda akan memasak daging menggunakan oven disana sesuai yang direncanakan. Ini agak berbeda dari yang biasa anda lakukan, namun menurut saya ini lebih mudah untuk mengatur tingkat panasnya."
"Ba ik, dipa hami."

Liora menegakkan tubuhnya lalu mulai untuk melakukan tahap persiapan pada daging.
Daging yang digunakan adalah daging ayam. Ia mulai mencabuti bulunya, mengikisi kulitnya, dan memproses bagian dalamnya.
Ia membalurinya dengan garam, herba, rerempahan, kemudian..... Ia melemparkannya ke dalam oven.
*Bak*, terdengar suara yang tidak menyenangkan, namun..... Keihwood memutuskan untuk pura-pura tidak mendengarkannya.
Dalam kepalanya sudah tertanam pemahaman apabila ia mengkhawatirkan setiap hal, hanya akan mengakibatkan kepalanya meledak.
Jika dipanggang..... selama itu masak, seharusnya itu masih bisa dimakan.
Ia katakan kalimat itu pada dirinya sendiri, kemudian ia melanjutkan,

"Untuk dagingnya, tidaklah masalah pabila daging itu dalam wujud yang buruk. Lalu sisanya...."
"Keithwood, bagaimana dengan ini?"

Adalah Tiona yang mendatanginya. Melihat pada apa yang dibawanya di lengan rampingnya, Keithwood mengangguk senang.

"Itu nampak bagus. Seperti yang diharapkan dari seorang putri Count Rudolfon."

Tiona terperangah dan tersipu oleh pujian yang dilontarkan oleh Keithwood.
Sejak awal, Tiona cukup layak dan cukup dapat untuk diandalkan, jika saja ia tidak membuat banyak kesalahan. Yang menjadi masalah adalah....

"Apakah rotinya sudah boleh untuk mulai dipanggang?"

Memalingkan wajahnya pada Mia yang mengatakan kalimat tersebut dan melihat apa yang dibawa olehnya......, Keithwood ingin memegangi kepalanya.
Untungnya, adonan tersebut dikerjakan sepenuhnya oleh Anne. Itu terselesaikan dengan rapi.... namun ini sama sekali tidak tampak bagus.
Jika saja, ia membuatnya dalam bentuk yang benar..... bentuk yang memudahkan untuk dibuat roti lapis....
Yang dibuat oleh Mia sendiri memiliki bentuk kuda yang sama seperti sebelumnya.

――Meskipun aku sudah mengatakan untuk membuatnya berbentuk persegi....

Tidak, pihak yang dimaksud juga telah menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan. Adonan itu sudah dibuat pipih sehingga dapat matang dengan benar, dan juga ukurannya sudah termasuk dalam kategori ukuran yang wajar.
Tapi, yang menjadi masalah adalah bentuknya.
.....Bagaimanapun ia melihatnya itu berbentuk kuda. Bagian tubuhnya pun terbentuk secara yang anehnya begitu nyata, jadi bagian tubuhnya agak ramping.
Bagaimana caranya untuk menyelipkan isiannya jika berbentuk seperti itu! Ia merasa tergoda untuk menghancurkannya dan mengubahnya kembali menjadi bentuk adonan semula.....
Sulit untuk mengatakannya pada Mia, terlebih dengannya yang saat ini sedang menunggu tanggapan Keithwood dengan wajah penuh semangat.
Tidak hanya mengenai masalah diplomasi, berat baginya untuk menghancurkan hasil kerja Mia yang dia curahkan sepenuh tenaga.
Namun, jika ia tidak melakukannya, isiannya pasti akan bergeser. Dan pastinya akan keluar, lalu itu akan menimbulkan perasaan bersalah karena ia menutup-nutupinya.

――Kalau begitu,

"Maaf, Nona Folkrod, tapi bisakah anda dan Anne membuatkan saus putih untuk saya? Bahan yang diperlukan adalah....."
"Ah, tidak apa, saya sudah membacanya. Anne, bahan yang akan digunakan adalah....."

Dengan segera, di bawah panduan Chloe, Anne segera mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan.
Pertama-tama, pengetahuan boga yang dimiliki Chloe sama bagusnya dengan yang dimiliki Keithwood.
Selama dia dapat mengeluarkan pengetahuan yang benar (sejauh bukan daging mentah, perihal makanan lezat, dan juga hal-hal gila), ia cukup layak ntuk diandalkan.

――Baik, mari gunakan saus tersubut sebagai perekat.

Masalah terbesar yang akan dihadapi oleh roti Mia adalah, isian daging dan sayurannya akan keluar dan berhamburan. Jadi Keithwood ingin menggunakan saus itu sebagai perekat yang menahan isian.
Setelah roti berbentuk kuda itu selesai dipanggang ia akan mengolesi sausnya banyak-banyak diatasnya, lalu taruh sayuran diatasnya, olesi lagi saus diatasnya, taruh daging, oles sausnya lagi, dan terakhir himpit dengan roti....

"Bagus, sudah selesai...."

Dengan demikian, pekerjaan melelahkan bagi Keithwood, yaitu roti lapis bentuk kuda, berhasil dirampungkan.





Setelah semua pekerjaan rampung, Mia mendatangi Keithwood.

"Terima kasih banyak, Keithwood. Dirimu telah sangat banyak membantu."

Keithwood membungkuk ringan menerima ucapan terima kasih dari Mia.

"Itu pujian yang tidak layak teruntuk seseorang semacam saya. Saya akan menyampaikannya pada Yang Mulia Shion."

Pujian petugas adalah pujian tuannya, pula penghargaan petuas adalah penghargaan tuannya. Jadi wajar saja bila ucapan Mia ditujukan pada Shion, pikir Keithwood.
Tapi,

"Bukan, bukan untuk Pangeran Shion, namun untuk dirimu. Diriku sangatlah berterima kasih pada dirimu, Keithwood."

Mata Mia menatap lurus langsung pada mata Keithwood.

"Dirimu telah membuat mungkin bagi diriku untuk membuat bekal ini."

Lalu Mia tersenyum dengan berserinya.

――Ah, begitu. Jadi ini caranya anda memenangkan hati orang lain, ya?

Melihat ekspresi yang ditampakkan Mia, Keithwood terkesan di dalam benaknya.
Biasanya kaum bangsawan tidak akan merendah pada bawahan. Harga diri mereka tidak mengizinkannya.
Akan tetapi, Putri Mia tidaklah terikat pada hal sepele semacam itu.
Ia dengan lugasnya mengungkapkan rasa terima kasihnya.
Bagi Keithwood yang telah lama berkecimpung dalam masyarakat bangsawan, itu adalah kejutan baru.

――Jikalau aku bertemu dengannya sebelum dengan Yang Mulia Shion, mungkin saja aku sudah melayaninya.

Keithwood tidak tahu apa yang sebenarnya dipikirkan dalam benak Mia....




――Tidak mungkin diriku akan berterima kasih pada orang itu demi apapun juga!

Tidak terbayangkan oleh Mia hal-hal semacam itu, hal-hal yang sangat picik itu.
Sebenarnya, Mia sudah cukup terluka oleh Keithwood pada garis waktu sebelumnya, tapi itu....

――Dosa petugas adalah dosa tuannya. Kesemuanya adalah salah orang itu!

Keithwood tidak pernah tahu bahwa Mia benar-benar memiliki jalan pikiran persis seperti para bangsawan itu.

~"(This is a Translation Content of pemudatunawisata.my.id. so, read only on my site)"~

[Akhir Bab]


Terima kasih telah membaca disini
Bila ada salah-salah kata, dsb. bisa beritahu di komentar.

Terima Kasih Telah Singgah!
πŸ˜πŸ‘

Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa komentar
Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mendukung


πŸŽ‰πŸŽŠDUKUNGANπŸŽ‰πŸŽŠ
Ucapan terima kasih banyak teruntuk:

Terima kasih banyak sdr. Adit atas dukungannya. 😊
Tunggu kelanjutannya disini aja ya~


If you'd like to and wouldn't mind,
you could support, or sawer, or traktir me on:

Post a Comment

0 Comments

At a certain time, there are creatures that walk by two feet. These creatures can be divided into two by gender. These creatures are surprisingly able to pick something using things called hands.
And on a certain day, two of these creatures meet.

"Halloo~ I am Bujangga, ndesu! Nice to meet you!"
"Y, yes. Nice to meet you too, I am Fuurawan."
"Fuurawan-chan ka? Ii no namae."
"S, sangkyu."

The two greet each other due of their faces are facing each other.
They speak, breathe, blink, sweat, and so.
And after a long time passes,

 "!?"
"Kyaa~ Bujang-kyun."
"Daijoubu ka? Fuurawan-chan."
"D, daijoubu... desu."
"Mmm."
"Doushita no?"
"Fuurawan-chan no kaori, suuuuggoku WANGY, hmmmmmppppsshhh ahhhh wangyyyy."
"Mou~ Bujang-kyun no eccchi~."

On a certain day, these two meet and have lunch because they are hungry.
The boy orders fried rice while the girl orders a serve of seasoned rice being processed by frying.
For the drinks, the boy orders hot chocolate while the girl orders a cup of chocolate that has not been cold yet.
They eat their food.
They also feed some spoons with each other.
They then having a leisure exchange.

"Ikeh, yaru?"
"Damee~"
"Ikeh!"
"..."
"Ikeh, tanoshii, kimochii, ore, ganbarimasu!!!"
"Mouu~"
"Dame ka?"
"..."
"Dame nanoka."
"Ee, haayaakuuu~"

The two of them are having exercise, training, and workout, then.
When they finished, then they restarted.
And when they finished, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

On the other occasion,
On a day that is not a night.
That day the sun is shining brightly because it's a day and 12:00 o'clock.
The day is bright and the sun has not been set yet.
The breeze can be felt due to the air is flowing.
As he is breathing, a certain boy is approaching a girl.

"Yaa, kitten-chan, can I have your namae?"
"S, su, suteki~. Ah, hai. Fuurawan desu."
"Fuurawan-chan, huh. What a kirei no namae. By the way, watashi no namae is Badz Zheengan. Watashi wa Son of a Beach. Watashi came from The Pangea Selatan. Diligent in setsuyaku. Ketsueki type is I, I for Ikkehmen. Watashi no hobby wa breathing. Yoroshiku."
"Yoroshiku, Badz Zheengan-san."
"Fuurawan-chan, watashi no yubi to kimi no chawan, let's have made karera meet and unite."
"Hai."
"Watashi-tachi will have much tanoshi."

They have a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok.
When they have done of their a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok, then they re-doing again.
When they finished again, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

"Fuurawan-chaaannn!!! Ikanaide!!!!."
"Gomen ne, Bujang-kun."
"Dameee, Fuurawan-chaannnn!!!"
"Sayonara, Bujang-kun."