Tearmoon Empire Story I - Bab 58

Settings:
Tearmoon Empire Story (WN)
Lakon 1 - Tuan Putri Yang Terpancung


Src: https://ncode.syosetu.com/n8920ex/60



58 - Kejuaraan Berpedang 1


Akademi St. Noel mengadakan dua kali Kejuaraan Berpedang, satu dikalam musim panas dan satunya di musim dingin.
Tersurat dalam peraturan, semua siswa laki-laki diwajibkan untuk ikut serta dalam kejuaraan. Ini menjadi acara besar dan meraih kesuksesan besar setiap tahun.

"Itu tampak begitu ramai bukan, Putri Mia?"
"Ya, dirimu benar. Seolah seluruh kota berpindah ke dalam akademi saja."

Tiga staion khusus berdiri di halaman luas akademi. Banyak kios saling berjajar di sepanjang jalan disekeliling stadion.
AkademiSt. Noel adalah akademi tempat dimana putra-putri keluarga kerajaan dan bangsawan berkumpul, dan biasanya masyarakat umum tidak mungkin bisa menejakkan kaki ke dalam tempat semacam ini.
Namun, hari ini adalah hari yang istimewa. Para pedagang yang telah melewati proses penyaringan ketat dari Rafina telah mendirikan kios sesuai keinginan mereka, dan halaman akademi telah berubah menjadi seperti tempat festival.

――Pada garis waktu sebelumnya, diriku juga datang mengunjungi kios-kios...... namun hanya sendirian.

Mia yang pada garis waktu sebelumnya, menduga bahwa ia akan berkeliling kios-kios bersama dengan Shion. Namun ia tak pernah menduga bahwa ia akan ditolak, jadi ia telah menolak semua undangan untuk dirinya dar para pengikutnya.
Akibatnya, ia tidak dapat menghadiahi bekal yang telah ia persiapkan, dan pula berkeliling kios-kios bersama.
Jadi, Mia menyantap bekalnya dan juga berkeliling kios-kios dalam kesendirian.

――Itu......, sungguh menyakitkan.

Bahkan pemandangan teman-temannya yang berkeliling dengan riang gembiranya membuat dirinya kesal. Sebagai hasil dari tatapan kesal yang ditunjukkannya, desas-desus mengenai Putri Mia tidak menyukai Kejuaraan Berpedang mulai beredar. Akibatnya, di tahun-tahun berikutnya, tiada seorangpun yang mengajaknya.

"Ah, lihat, Putri Mia, itu nampaknya begitu lezat."
"Benar, lalu, Anne, maaf, tapi dapatkah dirimu pergi mendapatkannya satu untuk diriku, lalu untuk Chloe dan dirimu sendiri?"
"Baik, dipahami!"

Anne pergi sebentar dengan lari kecil, lalu ia kembali sambil membawa kotak kertas berisi makanan yang dimaksud.
Makanan itu nampak manis dan murah. Lalu diambilnya yang terdapat benda merah dibagian atasnya itu dengan jarinya, membawanya pada mulut kecilnya dan melahapnya. Kemudian ia merasakan sensasi panas dibelakang hidungnya.
Di saat yang sama, Mia menyadari bahwa air mata mengalir di pipinya.....

――Ah, diriku, sangat terkesan dengan ini....

Alangkah bahagianya ia dapat berkeliling kios-kios bersama dengan Anne dan Chloe, yang keduanya tampak begitu bersemangat.

――Diriku, mungkin, sangat bahagia, saat ini..... dan, itulah mengapa, diriku menangis....

"Putri Mia! Itu! Itu!"

Chloe menjadi panik.

"Hae?"
"Itu adalah cabai merah. rasanya sangat pedas! Muntahkanlah, segera!"
"Ha? Ah, pe, pedas, ini amat pedas! Hidung diriku terasa kesemutan!"

Mia menitikkan air mata. Rasanya terlalu pedas sehingga hidungnya berubah warna menjadi merah padam.

"A, air, adakah air...."
"Ini dia, silakan minum."

Tiba-tiba ada minuman yang ditawarkan dari sebelahnya, Mia langsung meraihnya dan seketika memiumnya.
Rasa jeruk yang menyegarkan dari minuman menyebar ke segala penjuru mulutnya, rasa pedasnya kemudian berangsur-angsur dari cabai menghilang....

"Aah... Diriku terselamatkan. Terima kasih banyak."

Mia mengalihkan tatapannya yang masih berlinang dengan air mata menuju orang yang memberinya minuman, dan sosok yang masuk dalam pandangannya adalah.....

"Bukan apa-apa, Saya senang dapat membantu."
"A, Pangeran Abel!"

Yang ada disana adalah Abel, yang mengenakan pelindung latihan tanding ksatria. Meskipun hanya terdiri dari pelindung dada dan bantalan tipis untuk siku, penampilannya dalam perlengkapan tanding yang bermartabat membuat Mia....

――Hal semacam ini tidak akan membuat diriku berdebar-debar!

Ia membuat penyangkalan dalam benaknya.

"Ah, mohon maafkan diriku, Jika boleh bertanya, mungkinkah ini minuman untuk engkau minum selama pertandigan?"

Kata Mia sambil melihat botol yang ada ditangannya.

"Diriku akan dapatkan penggantinya segera....."
"Tidak masalah, anda tidak harus. Dan pula, ini masih tersisa lebih dari separuhnya."

Dan, dengan begitu alaminya, Abel mengambil botol minum itu dari Mia, lalu mengikatkannya kembali di pinggangnya. Menyaksikan itu, Mia.....

――A-astaga? Pangeran Abel, apakah engkau akan meminumnya langsung dari botolnya? Tapi barusan diriku meminumnya dari sana....., jika anda meminumnya langsung seperti itu..... Ah?

Kepala Mia menjadi kosong.
Inilah apa yang orang sebut dengan pikiran yang terlalu liar dan berlebihan. (PTW/N: ini juga kurang yakin ane..)
Pertama-tama, Abel adalah seorang anak lelaki berusia dua belas tahun. Lalu, dia juga tidaklah begitu paham akan hubungan antara laki-laki dan perempuan....
Selain itu, karena saat ini adalah waktu-waktu sebelum dimulainya pertandingan, dalam pikirannya tidak ada ruang untuk delusi seperti yang dibayangkan oleh Mia.

――Bukankah itu, ciuman tidak langsung?

Jadi, tidak mungkin baginya untuk dapat mengetahui apa yang terjadi dalam pikiran Mia yang delusinya sudah tidak terkendali....

"Ada apakah gerangan? Putri Mia, entah mengapa, wajah anda...."
"Ap, tidak ada apa-apa sama sekali!"

Ketika Mia mengangkat wajahnya, tepat didepannya wajahnya tampak wajah khawatir Abel begitu dekatnya....

".....Aa!"

Mia menahan nafas.

"Apakah anda agak demam?"
"D-d-d-di-diriku baik-baik saja, bukan maslah sama sekali. L-l-lebih penting lagi, Pangeran Abel, lawan pertandingan pertama engkau adalah...."

Mia dengan tergesa-gesa mencoba mengubah topik pembicaraan, akan tetapi seseorang menyela...

"Oh ya, wah wah, bukankah ini Yang Mulia Putri Mia?"

Yang berdiri disana adalah Pangeran Pertama Kerajaan Remno, bocah lelaki yang tempo hari sudah dipermalukan oleh Mia.

~"(This is a Translation Content of pemudatunawisata.my.id. so, read only on my site)"~

[Akhir Bab]


Terima kasih telah membaca disini
Bila ada salah-salah kata, dsb. bisa beritahu di komentar.

Terima Kasih Telah Singgah!
πŸ˜πŸ‘

Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa komentar
Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mendukung


If you'd like to and wouldn't mind,
you could support, or sawer, or traktir me on:

Post a Comment

0 Comments

At a certain time, there are creatures that walk by two feet. These creatures can be divided into two by gender. These creatures are surprisingly able to pick something using things called hands.
And on a certain day, two of these creatures meet.

"Halloo~ I am Bujangga, ndesu! Nice to meet you!"
"Y, yes. Nice to meet you too, I am Fuurawan."
"Fuurawan-chan ka? Ii no namae."
"S, sangkyu."

The two greet each other due of their faces are facing each other.
They speak, breathe, blink, sweat, and so.
And after a long time passes,

 "!?"
"Kyaa~ Bujang-kyun."
"Daijoubu ka? Fuurawan-chan."
"D, daijoubu... desu."
"Mmm."
"Doushita no?"
"Fuurawan-chan no kaori, suuuuggoku WANGY, hmmmmmppppsshhh ahhhh wangyyyy."
"Mou~ Bujang-kyun no eccchi~."

On a certain day, these two meet and have lunch because they are hungry.
The boy orders fried rice while the girl orders a serve of seasoned rice being processed by frying.
For the drinks, the boy orders hot chocolate while the girl orders a cup of chocolate that has not been cold yet.
They eat their food.
They also feed some spoons with each other.
They then having a leisure exchange.

"Ikeh, yaru?"
"Damee~"
"Ikeh!"
"..."
"Ikeh, tanoshii, kimochii, ore, ganbarimasu!!!"
"Mouu~"
"Dame ka?"
"..."
"Dame nanoka."
"Ee, haayaakuuu~"

The two of them are having exercise, training, and workout, then.
When they finished, then they restarted.
And when they finished, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

On the other occasion,
On a day that is not a night.
That day the sun is shining brightly because it's a day and 12:00 o'clock.
The day is bright and the sun has not been set yet.
The breeze can be felt due to the air is flowing.
As he is breathing, a certain boy is approaching a girl.

"Yaa, kitten-chan, can I have your namae?"
"S, su, suteki~. Ah, hai. Fuurawan desu."
"Fuurawan-chan, huh. What a kirei no namae. By the way, watashi no namae is Badz Zheengan. Watashi wa Son of a Beach. Watashi came from The Pangea Selatan. Diligent in setsuyaku. Ketsueki type is I, I for Ikkehmen. Watashi no hobby wa breathing. Yoroshiku."
"Yoroshiku, Badz Zheengan-san."
"Fuurawan-chan, watashi no yubi to kimi no chawan, let's have made karera meet and unite."
"Hai."
"Watashi-tachi will have much tanoshi."

They have a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok.
When they have done of their a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok, then they re-doing again.
When they finished again, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

"Fuurawan-chaaannn!!! Ikanaide!!!!."
"Gomen ne, Bujang-kun."
"Dameee, Fuurawan-chaannnn!!!"
"Sayonara, Bujang-kun."