Tearmoon Empire Story I - Bab 64

Settings:
Tearmoon Empire Story (WN)
Lakon 1 - Tuan Putri Yang Terpancung


Src: https://ncode.syosetu.com/n8920ex/66/

Wadooo, maafkanlah daku slurrr... Leppy-chan masih belumlah sehat sepenuhnya...
Maka dari itu, silakan dinikmati seadanya dahulu...



64 - Esensi dari Putri Mia = Khayalan Keithwood belaka


――Hmmmm....., Yang Mulia Shion, anda menurunkan kewaspadaan anda.

Disisi arena, Keithwood dengan tenang mengamati situasi pertandingan.

――Apakah beliau penuh kepercayaan diri mampu untuk menghadang sengangan pertama barusan, ataukah beliau mabuk akan bakatnya sendiri? Memanglah benar bahwa sangat jarang ada serangan yang tidak dapat dihadang oleh Yang Mulia Shion..... 

Shion menghindari tebasan Abel dengan jarak setipis rambut. Bahkan jika hanya satu serangan, pastinya ia mampu membacanya, namun Shion hanya mengelak serangan tersebut dalam jarak setipis rambut.
Penginderaan seni berpedangnya layak untuk dijuluki sebagai jenius.

――Tapi aku tidak pernah mengira Pangeran Abel akan bertindak sampai sejauh ini.

Keithwood memiliki pemahaman kuat akan bakat dan keterampilan berpedang Abel. Dia pastinya orang yang biasa-biasa saja.
Ketika dia datang ke akademi ini, keahlian miliknya jauh di bawah kejeniusan Shion.
Meskipun demikian, saat ini Abel sedang menyudutkan Shion.

――Begitu, kurasa aku ini juga telah salah menilai kemampuan Pangeran Abel.

Pada titik ini, Keithwood mampu menilai kualitas Abel dengan akurat.
Abel tahu betul siapa dirinya.
Dia mampu dengan tenang menelaah kurangnya bakat yang dimilikinya.
Dan kemudian, alih-alih menyerah, dia memikirkan cara untuk mengalahkan lawannya dan menerapkannya.
Dia mengenali dirinya sendiri, memahami lawannya, dan tahu apa yang harus dilakukan kedepannya.
Itu adalah kualitas yang tidaklah kalah jika dibandingkan dengan kejeniusan Shion.
Dan nyatanya, itu adalah bakat yang sangat dibutuhkan di Kerajaan Remno di masa mendatang.

――Kualitas yang diperlukan bagi seorang Raja, ya? Jikalau Pangeran Abel memangku tahta menjadi Raja Remno, negara itu akan menjadi lebih kuat....

Bakat yang mekar. Kelahiran dari seorang penguasa yang agung adalah sesuatu yang menjadi berkah bagi rakyat jelata....

――Ini cukup rumit bagiku ini yang seorang petugas Yang Mulia Shion. Akan merepotkan jika hubungan kita dengan Kerajaan Remno menjadi rumit di masa depan.

Dan begitu, Keithwood mengalihkan pandangannya. Di ujung pandangannya adalah Putri Mia yang sedang menyaksikan pertandingan.

――Sosok yang benar-benar kita harus takuti adalah Tuan Putri Mia, ya?

Seorang yang bertanggung jawab menciptakan situasi ini.......
Tentunya, Pangeran Abel pantas untuk mendapatkan apresiasi atas usahanya. Bakatnya juga sesuatu yang patut untuk dihargai dan diwaspadai.
Akan tetapi kemudian, Keithwood tidak mampu untuk tidak waspada terhadap sosok yang menggerakkan Pangeran Abel untuk bertindak..... sosok yang mendorong situasi dan menarik benang.

"Aku mengerti..... Putri Mia adalah seorang berbakat ya...."

Gumam Keithwood.
Pada titik ini, ia akhirnya mampu menemukan esensi dari Mia.
Putri Mia tidak melewatkannya.
Kualitas yang bersemayam dan tertidur dalam diri Abel, yang ditumpulkan oleh saudaranya juga Shion, Mia percaya bahwa itu akan membara.
Memikirkannya kembali, memilih Shion sebagai rekan dansanya adalah keputusan yang sangat mudah. Tidak mungkin bagi Mia, seorang yang dijuluki Kebijaksanaan Kekaisaran, tidak mampu mengetahui bakat Shion.
Meski demikian, Mia memilih Abel.
Ini semua tentang memekarkan bakat yang tidur bersemayam dalam diri Abel....
Saat ia memikirkan hal ini, getaran dingin mengalir di tengkuk Keithwood.

――Tidak, tidak hanya sesederhana itu saja.

Itu juga salah satu kualitas dari seorang Raja.
Bahkan jika itu adalah prajurit dari negara musuh, jika dia berbakat dan bersumpah setia, ia akan menghargainya. ini juga merupakan kualitas mengagumkan yang membuat suatu negara menjadi kuat.
Namun, itu tidaklah mengejutkan.
Jika itu, maka baik Shion dan Raja Sankland sudah memilikinya.
itu bukanlah kualitas yang tidak biasa bagi seorang peguasa agung.
....Lebih dari itu, Pangeran Abel bukanlah pengikut dari Putri Mia.
Nyatanya, Kerajaan Remno dan Kekaisaran Tearmoon bukanlah sekutu dan sahabat.
Jika demikian, maka itu.....

――Apakah ini artinya, sudut pandang dari Putri Mia tidaklah terikat oleh batasan negara?

Baik itu negara musuh maupun bukan, itu hanyalah urusan sepele didepan pandangan Mia. Dia benar-benar khawatir jika ada seorang dengan bakat diluar sana dibiarkan membusuk.
Dan mungkin, yang lebih penting lagi, dia bahkan tidak peduli akan ukuran bakat itu.
Mia sangat toleran terhadap pihak-pihak yang bersikap kasar terhadap Tiona.
Dia bahkan sampai menundukkan kepala dan meminta maaf kepada Rafina.
Dan hasilnya, mereka yang dimaafkan dikatakan telah bekerja keras dalam studi mereka demi membalas budi atas kebaikan Mia, meskipun mereka itu memiliki kekurangan dalam bakat.

――Mengawasi semua orang dan tidak membiarkan satu bakatpun terbengkalai, Inikah esensi dari Kebijaksanaan Kekaisaran?

Dari sudut pandang ini, dia lebih baik dari dirinya, bahkan Shion.... Keithwood menjadi semakin terpesona oleh Putri Mia.
Sambil meneguhkan keteguhan bahwa satu-satunya tuannya adalah Shion,

――Jika suatu saat terjadi tumbukan dengan Kekaisaran, Aku ini harus menyarankan Yang Mulia untuk jangan sekali-kali memusuhi Putri Mia.

Keithwood membuat sumpah teguh dalam hatinya.
PTW/N: Oh sayang sekali duhai Keithwood, Peningkatan Abel itu bukanlah dari faktor apa, melainkan hanyalah kebucinan belaka...





......Tak perlu dikatakan, tentunya itu semua hanyalah khayalan Keithwood belaka.
Tidak lebih maupun kurang dari khayalan, bukan apa-apa melainkan hanya khayalan.
Ya, hanya khayalan belaka.
Namun, entah ini untungnya ataupun sayangnya, kemungkinan dia bangun dari khayalannya itu hampir mustahil.



~"(This is a Translation Content of pemudatunawisata.my.id. so, read only on my site)"~

[Akhir Bab]


Terima kasih telah membaca disini
Bila ada salah-salah kata, dsb. bisa beritahu di komentar.

Terima Kasih Telah Singgah!
πŸ˜πŸ‘

Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa komentar
Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk mendukung


Pembaruan Fixed Damage masih perlu beberapa waktu lagi...

If you'd like to and wouldn't mind,
you could support, or sawer, or traktir me on:

Post a Comment

0 Comments

At a certain time, there are creatures that walk by two feet. These creatures can be divided into two by gender. These creatures are surprisingly able to pick something using things called hands.
And on a certain day, two of these creatures meet.

"Halloo~ I am Bujangga, ndesu! Nice to meet you!"
"Y, yes. Nice to meet you too, I am Fuurawan."
"Fuurawan-chan ka? Ii no namae."
"S, sangkyu."

The two greet each other due of their faces are facing each other.
They speak, breathe, blink, sweat, and so.
And after a long time passes,

 "!?"
"Kyaa~ Bujang-kyun."
"Daijoubu ka? Fuurawan-chan."
"D, daijoubu... desu."
"Mmm."
"Doushita no?"
"Fuurawan-chan no kaori, suuuuggoku WANGY, hmmmmmppppsshhh ahhhh wangyyyy."
"Mou~ Bujang-kyun no eccchi~."

On a certain day, these two meet and have lunch because they are hungry.
The boy orders fried rice while the girl orders a serve of seasoned rice being processed by frying.
For the drinks, the boy orders hot chocolate while the girl orders a cup of chocolate that has not been cold yet.
They eat their food.
They also feed some spoons with each other.
They then having a leisure exchange.

"Ikeh, yaru?"
"Damee~"
"Ikeh!"
"..."
"Ikeh, tanoshii, kimochii, ore, ganbarimasu!!!"
"Mouu~"
"Dame ka?"
"..."
"Dame nanoka."
"Ee, haayaakuuu~"

The two of them are having exercise, training, and workout, then.
When they finished, then they restarted.
And when they finished, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

On the other occasion,
On a day that is not a night.
That day the sun is shining brightly because it's a day and 12:00 o'clock.
The day is bright and the sun has not been set yet.
The breeze can be felt due to the air is flowing.
As he is breathing, a certain boy is approaching a girl.

"Yaa, kitten-chan, can I have your namae?"
"S, su, suteki~. Ah, hai. Fuurawan desu."
"Fuurawan-chan, huh. What a kirei no namae. By the way, watashi no namae is Badz Zheengan. Watashi wa Son of a Beach. Watashi came from The Pangea Selatan. Diligent in setsuyaku. Ketsueki type is I, I for Ikkehmen. Watashi no hobby wa breathing. Yoroshiku."
"Yoroshiku, Badz Zheengan-san."
"Fuurawan-chan, watashi no yubi to kimi no chawan, let's have made karera meet and unite."
"Hai."
"Watashi-tachi will have much tanoshi."

They have a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok.
When they have done of their a wik wok awok koakoawaok akoawoakakwa kawkaowaoaok, then they re-doing again.
When they finished again, the boy pleaded for the second.
Then when they finished, this time in the girl who asked the third.
And when they finished, the boy once again pleaded for the fourth.
Then when they finished, the girl also once again asked for the fifth.
And so on.

◆◆◆

"Fuurawan-chaaannn!!! Ikanaide!!!!."
"Gomen ne, Bujang-kun."
"Dameee, Fuurawan-chaannnn!!!"
"Sayonara, Bujang-kun."